2018_TA_PP_DELLA_VALENTINA_HERRYPUTRIE_1-_BAB1.pdf
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
2018_TA_PP_DELLA_VALENTINA_HERRYPUTRIE_1-_BAB2.pdf
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
2018_TA_PP_DELLA_VALENTINA_HERRYPUTRIE_1-_COVER.pdf
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
2018_TA_PP_DELLA_VALENTINA_HERRYPUTRIE_1-_BAB3.pdf
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
2018_TA_PP_DELLA_VALENTINA_HERRYPUTRIE_1-_BAB4.pdf
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
2018_TA_PP_DELLA_VALENTINA_HERRYPUTRIE_1-_BAB5.pdf
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
2018_TA_PP_DELLA_VALENTINA_HERRYPUTRIE_1-_PUSTAKA.pdf
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan
Produksi zat
warna tekstil secara global mendekati 10
k
ton/tahun. Pada umumnya zat
warna menggunakan garam dari logam berat untuk meningkatkan kestabilan zat warna dan
membantu pengaplikasian zat warna untuk tekstil. Sekitar 100 ton/tahun zat warna tekstil
yang mengand
ung logam berat tersebut dibuang dan menyebabkan polusi air. Hal tersebut
mendasari penelitian ini untuk menggunakan pati sebagai pengompleks zat warna seperti
alizarin dan antrakuinon.
Dalam penelitian ini pati diisolasi dri singkong, dengan rendemen
sebesar 3,3
%
dan kadar amilosa 18,1%
.
Hasil FTIR kompleks menunjukkan bahwa
spektrum yang diperoleh menyeru
pai pati dengan beberapa pergeseran pada bilangan
gelombang 3000 cm
-
1
(O
-
H) dan 2900 cm
-
1
(C
-
H) yang menunjukkan adanya interaksi
antara pati dengan zat warna. Hasil tersebut didukung dengan data XRD yang
menunjukkan adanya puncak 2θ 10,
4
; 13,
2; 25
,
8
⁰
untu
k kompleks p
ati
–
alizarin dan 16,6;
24,9; 26,3
⁰
untuk kompleks pati
–
antrakuinon. Hasil citra SEM yang diperoleh
menunjukkan bahwa morfologi kompleks
berbeda
dari pati dan zat warna. Untuk
mengetahui kestabilan zat warna pada komple
ks, dilakukan uji kestabi
lan pH,
uji
kestabilan penyimpanan
,
dan uji kestabilan suhu
. Kompleks pati
–
alizarin cenderung stabil
pada pH asam jika dibanding pada pH basa dan cenderung stabil
pada penyimpanan
hingga
63 hari.
Kompleks pati
–
antrakuinon
juga
cenderung stabil dengan berta
m
bahnya
konsentrasi
H
+
.
Kompleks pati
–
alizarin stabil terhadap suhu yang ditunjukkan pada
hasil
TGA da
n DSC
, yaitu mengalami degradasi
pada suhu
245,9
⁰
C
.
Begitu juga
kompleks
pati
–
antrakuinon stabil terhadap suhu
, yaitu mengalami degradasi pada suhu
248,7
⁰
C
.
Kompleks pati
–
alizarin dapat digunakan untuk mewarnai kain katu
n dengan perbandingan
optimum 1
:1,6
dengan kandungan alizarin
3,6%
,
s
edangkan
k
ompl
eks pati
–
antrakuinon
belum bisa digunakan untuk mewarnai kain katun
Perpustakaan Digital ITB