2018 TS PP CAHYANING UMUL CHASANAH NURSYIFANI 1-ABSTRAK.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti
Salah satu perkembangan psikologis anak prasekolah (4-6 tahun) adalah munculnya keinginan untuk mengurus dirinya sendiri atau yang disebut dengan mandiri. Di zaman modern ini, anak seringkali mendapat fasilitas berlebih dari orang tua sehingga anak kurang mandiri dalam menyelesaikan suatu masalah. Akibatnya anak menjadi kurang berani mengambil keputusan karena masih ada ketergantungan dengan orang tua. Pembelajaran kemandirian yang ada di Taman Kanak-kanak dilakukan dengan cara pembiasaan sehari-hari dan media berupa Alat Permainan edukatif (APE). Salah satu indikator sebuah permainan disebut edukatif adalah mengembangkan aspek tertentu pada anak, seperti aspek kognitif, sosial, emosional, dan lain sebagainya. Saat ini banyak sekali macam Permainan Edukatif, salah satunya adalah media papan permainan atau yang sering disebut dengan board game. Board game di Indonesia saat ini mulai digemari oleh masyarakat, bahkan di beberapa kota mulai menjamur kafe-kafe yang menyediakan fasilitas permainan board game. Hal inilah yang mendasari perancangan board game bertema kemandirian untuk anak prasekolah dikembangkan. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah desain iteratif, yaitu melalui proses pembuatan prototype beberapa kali untuk mendapatkan hasil perancangan produk yang lebih sempurna. Pengumpulan data lain didapat melalui artikel, berita, observasi, dan wawancara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menstimulasi perkembangan kemandirian anak prasekolah melalui media board game. Melalui perancangan ini akan diperoleh keefektifan board game yang sesuai dengan kebutuhan anak prasekolah, sekaligus membuka peluang untuk perancangan
lebih lanjut.
Perpustakaan Digital ITB