digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Semakin berkembangnya fenomena kampung kota yang dapat memberikan dampak negatif berupa perkembangan permukiman baru yang padat, maka sangat penting diperhatikan keberlanjutannya. Khususnya, kampung kota yang berada di wilayah pinggiran kota, yang akan menyebabkan hilangnya identitas kampung kota dan penurunan kualitas lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlanjutannya adalah melalui pengembangan kampung kota yang berorientasi pada kreativitas dan pariwisata (wisata kreatif) yang mengarusutamakan potensi warisan alam dan budaya lokal tanpa mengubah fungsi dan wujud aslinya. Kecamatan Cibiru, Kota Bandung telah mengalami perkembangan kampung kota yang sangat pesat, sehingga mulai terancam dan tidak terkendali. Pemerintah Kota Bandung dan Komunitas Pengembang Pariwisata (KOMPEPAR) Cibiru sedang merencanakan pengembangan pusat pariwisata Sunda Polis di Kecamatan Cibiru setelah Kecamatan Ujungberung. Dengan gagasan Kampung SAE Cibiru yang memiliki makna : “Sosial-Seni Budaya, Alam, dan Ekonomi Kreatif”. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi perwujudan kampung kota yang berkelanjutan melalui potensi pengembangan kampung wisata kreatif di Kampung SAE Cibiru, Kota Bandung. Dengan sasaran teridentifikasinya karakteristik dan prospek dari Kampung SAE Cibiru dalam mewujudkan kampung wisata kreatif, terbentuknya potensi pengembangan kampung wisata kreatif di Kampung SAE Cibiru, teridentifikasinya pengaruh pengembangan kampung wisata kreatif terhadap keberlanjutannya, terumuskannya prinsip-prinsip perwujudan kampung kota yang berkelanjutan dalam pengembangan kampung wisata kreatif, dan terumuskannya strategi perwujudan kampung kota yang berkelanjutan melalui potensi pengembangan kampung wisata kreatif di Kampung SAE Cibiru, Kota Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan exploratory secara deskriptif dan asosiatif. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kombinasi. Sedangkan, teknik analisis yang digunakan adalah mixed analysis yang dilakukan secara berurutan. Pertama, melakukan analisis data kualitatif deskriptif berupa content analysis dan mapping analysis dengan menggunakan aplikasi GIS (yang dilakukan pada Sasaran I, II, IV, dan V). Selanjutnya, melakukan analisis data kuantitatif asosiatif berupa analisis pembobotan dan crosstab analysis dengan menggunakan aplikasi SPSS (yang dilakukan pada sasaran III). Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa : pertama, karakteristik Kampung SAE Cibiru saat ini masih mencirikan kawasan perdesaan yang didukung dengan potensi warisan alam berupa kawasan konservasi alam dan lahan sawah abadi atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta warisan budaya berupa perkampungan tradisional Lembur Saradan dan seni budaya benjang. Kedua, potensi pengembangan kampung wisata kreatif dilakukan dengan membagi kawasan dalam tiga zona pengembangan melalui konsep budaya Tri Tangtu Dibuana, yaitu : zona buana nyuncung sebagai kawasan konservasi alam pendukung wisata alam dan agroforestry; zona buana panca tengah sebagai pusat wisata kreatif yang meliputi wisata kampung tradisional Lembur Saradan, industri rumahan kreatif, dan pendidikan budaya sawah dan agroforestry; serta zona buana larang sebagai pusat penelitian dan pengelolaan aktivitas wisata kreatif. Ketiga, pengembangan kampung wisata kreatif telah terbukti sangat berpengaruh terhadap aspek keberlanjutan kampung kota, dengan status keberlanjutan Kampung SAE Cibiru yang tinggisangat tinggi. Secara spesifik, pengembangan kampung wisata kreatif ini sangat berpengaruh terhadap aspek social equity (yang merupakan variabel keberlanjutan ekonomi) Kampung SAE Cibiru. Keempat, prinsip perwujudan kampung kota yang berkelanjutan dalam pengembangan kampung wisata kreatif terbagi menjadi 4 (empat) dimensi, yakni : dimensi lingkungan fisik, dimensi ekonomi, dimensi sosial budaya, dan dimensi kelembagaan (institusional). Kelima, rumusan strategi perwujudan kampung kota yang berkelanjutan melalui potensi pengembangan kampung wisata kreatif di Kampung SAE Cibiru didasarkan pada Perda No. 10 Tahun 2015 tentang RDTR dan Peraturan Zonasi Kota Bandung 2015-2035 dan Perda No. 01 Tahun 2013 tentang RIPPARDA Kota Bandung 2012-2025, yang kemudian diintegrasikan dengan 4 (empat) prinsip dasar keberlanjutan. Karena, keterpaduan strategi dan prinsip perwujudan kampung kota yang berkelanjutan dalam pengembangan kampung wisata kreatif, menjadi komponen penting dalam mewujudkan kampung kota yang berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengembangan kampung wisata kreatif berpotensi untuk dikembangkan di Kampung SAE Cibiru yang dapat mendukung strategi perwujudan kampung kota yang berkelanjutan. Dan pada akhirnya, dapat mewujudkan Kampung Wisata Kreatif SAE Cibiru yang terintegrasi dan berkesinambungan, dalam mendukung perwujudan kampung kota yang berkelanjutan di wilayah pinggiran melalui pemanfaatan potensi warisan alam dan sosial budaya dengan tetap menjaga eksistensinya dan tanpa mengubah bentuk asli atau tradisionalnya, serta dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan eksistensi dan keberlanjutannya. Sedangkan, rekomendasi yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah diharapkan kebijakan pembangunan melalui pengembangan kampung wisata kreatif merupakan prioritas pembangunan kampung kota yang berkelanjutan, sehingga perlu perencanaan yang komprehensif, terintegrasi dan berkelanjutan.