Industri batik di Indonesia umumnya merupakan industri kecil menengah (UKM) yang
menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat. Batik adalah ikon budaya untuk Indonesia.
Meningkatnya industri batik menyebabkan efek multiplier untuk bidang ekonomi dan
sosial budaya di Indonesia. Untuk itu industri batik perlu mencari cara efektif untuk
memberikan informasi mengenai produk atau jasanya agar minat beli pengunjung
meningkat. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan persepsi visual yang baik oleh
pengunjung terhadap sebuah produk toko. Window display pada sebuah toko mampu
menjadi media atau perantara untuk meningkatkan customer perceived value (CPV) dari
suatu produk, dalam penelitian ini produk yang digunakan adalah produk batik keraton
Yogyakarta. Untuk mendukung citra visual dari batik keraton Yogyakarta, warna-warna
yang digunakan pada penelitian ini adalah warna-warna yang dapat menunjukkan suasana
Jawa dan skema warna yang digunakan sebagai pembanding pada penelitian ini adalah
skema warna monochrome. Objek pendukung atau props digunakan pada penelitian ini
sebagai pendukung dari penciptaan efek penggunaan warna pada window display. Objek
pendukung (props) yang digunakan pada penelitian ini terbagi menjadi objek pendukung
berbentuk 2D (grafis) dan objek pendukung berbentuk 3D (furniture). Untuk melihat
pengaruh dari penggunaan skema warna dan objek pendukung yang berbeda, dilakukan
penelitian lanjutan melalui eksperimen.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui eksperimentatif simulatif melalui
pengamatan dan penilaian salah satu dari 5 (lima) simulasi digital window display yang
muncul secara acak (random) dalam bentuk tiga dimensional (3D) melalui kuesioner secara
online. Melalui uji-t untuk sampel bebas (independent samples t-test) dan uji two-way
ANOVA, penelitian ini membuktikan bahwa tampilan window display berpengaruh
terhadap CPV dari produk batik keraton Yogyakarta. Skema warna Jawa/Yogyakarta dan
objek pendukung (props) terutama dalam bentuk 3D memiliki peran positif terhadap
pembentukan CPV dari produk batik keraton Yogyakarta di toko fashion. Selain itu,
eksperimen pada penelitian ini mengetahui bahwa terdapat perbedaan peran elemen desain
modern dan tradisional Jawa pada window display dalam mempengaruhi CPV dari produk
batik keraton Yogyakarta, yaitu elemen desain tradisional Jawa pada window display lebih
mampu meningkatkan CPV dari produk batik keraton Yogyakarta. Dengan kualitas
lingkungan dan efek visual yang menyenangkan bagi pengunjung tentu akan meningkatkan
CPV akan suatu produk, dalam penelitian ini adalah produk batik keraton Yogyakarta.
Perpustakaan Digital ITB