digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Industri batik di Indonesia umumnya merupakan industri kecil menengah (UKM) yang menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat. Batik adalah ikon budaya untuk Indonesia. Meningkatnya industri batik menyebabkan efek multiplier untuk bidang ekonomi dan sosial budaya di Indonesia. Untuk itu industri batik perlu mencari cara efektif untuk memberikan informasi mengenai produk atau jasanya agar minat beli pengunjung meningkat. Salah satu caranya adalah dengan menciptakan persepsi visual yang baik oleh pengunjung terhadap sebuah produk toko. Window display pada sebuah toko mampu menjadi media atau perantara untuk meningkatkan customer perceived value (CPV) dari suatu produk, dalam penelitian ini produk yang digunakan adalah produk batik keraton Yogyakarta. Untuk mendukung citra visual dari batik keraton Yogyakarta, warna-warna yang digunakan pada penelitian ini adalah warna-warna yang dapat menunjukkan suasana Jawa dan skema warna yang digunakan sebagai pembanding pada penelitian ini adalah skema warna monochrome. Objek pendukung atau props digunakan pada penelitian ini sebagai pendukung dari penciptaan efek penggunaan warna pada window display. Objek pendukung (props) yang digunakan pada penelitian ini terbagi menjadi objek pendukung berbentuk 2D (grafis) dan objek pendukung berbentuk 3D (furniture). Untuk melihat pengaruh dari penggunaan skema warna dan objek pendukung yang berbeda, dilakukan penelitian lanjutan melalui eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui eksperimentatif simulatif melalui pengamatan dan penilaian salah satu dari 5 (lima) simulasi digital window display yang muncul secara acak (random) dalam bentuk tiga dimensional (3D) melalui kuesioner secara online. Melalui uji-t untuk sampel bebas (independent samples t-test) dan uji two-way ANOVA, penelitian ini membuktikan bahwa tampilan window display berpengaruh terhadap CPV dari produk batik keraton Yogyakarta. Skema warna Jawa/Yogyakarta dan objek pendukung (props) terutama dalam bentuk 3D memiliki peran positif terhadap pembentukan CPV dari produk batik keraton Yogyakarta di toko fashion. Selain itu, eksperimen pada penelitian ini mengetahui bahwa terdapat perbedaan peran elemen desain modern dan tradisional Jawa pada window display dalam mempengaruhi CPV dari produk batik keraton Yogyakarta, yaitu elemen desain tradisional Jawa pada window display lebih mampu meningkatkan CPV dari produk batik keraton Yogyakarta. Dengan kualitas lingkungan dan efek visual yang menyenangkan bagi pengunjung tentu akan meningkatkan CPV akan suatu produk, dalam penelitian ini adalah produk batik keraton Yogyakarta.