digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Berdasarkan hasil pemantauan dari pos pengamatan gunung Lewotobi periode Juli 2008 tampak bahwa gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur mengeluarkan asap lebih tebal dibandingkan periode-periode sebelumnya, Selain itu, kegempaan dalam beberapa minggu terakhir menunjukan peningkatan gempa vulkanik-dalam dan gempa tremor yang terekam menerus. Penelitan lebih difokuskan pada sinyal gempa vulkanik-dalam untuk mengetahui frekuensi dominan, persebaran hiposenter, dan nilai magnitudo periode Juli 2008. Perhitungan menggunakan analisis spektra untuk frekuensi dominan, metode Geiger untuk mengetahui persebaran hiposenter, dan perhitungan magnitudo gempa vulkanik-dalam menggunakan perumusan yang dkembangkan oleh Del Pezzo dan Petrosino tahun 2001 untuk perhitungan magnitudo di gunung Vesuvius, Italia. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gempa vulkanik-dalam gunung Lewotobi periode Juli 2008 memiliki frekuensi dominan 4.00155 – 9.47800 Hz. Distribusi hiposenter tersebar pada kedalaman 5216-1506 meter dibawah permukaan laut pada perbatasan gunung Lewotobi Laki-laki dan Lewotobi Perempuan walaupun secara jumlah memang lebih banyak berada di area gunung Lewotobi Perempuan, serta memiliki magnitudo -0.75 hingga 0,72 skala magnitudo lokal gunung Vesuvius, Italia.