digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Rumah sakit merupakan perusahaan yang memiliki fungsi sosial. Namun saat ini, rumah sakit tidak bisa terlepas dari unsur bisnis untuk mempertahankan dan mengembangkan diri dalam persaingan industri rumah sakit yang semakin tinggi di Indonesia. Rumah Sakit Paru Dr.H.A.Rotinsulu adalah rumah sakit khusus yang melayani kesehatan paru – paru untuk masyarakat. Sebagai rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit Paru Dr.H.A.Rotinsulu telah berdiri sejak lama namun masih belum dikenal luas oleh masyarakat. Hal ini menjadi salah satu penghambat bagi Rumah Sakit Paru Dr.H.A.Rotinsulu untuk mempertahankan dan mengembangkan diri, khususnya dalam mencapai target pencapaian pendapatannya. Oleh karena itu, maka isu bisnis proyek akhir ini yaitu bagaimana meningkatkan awareness masyarakat terhadap RSPR agar kunjungan pasien dapat meningkat. Melalui analisa yang dilakukan baik itu internal yang terdiri dari analisa sumber daya, kapabilitas, core competence serta budaya perusahaan; maupun eksternal yang terdiri dari analisa industri rumah sakit menggunakan Porter Five Forces, analisa konsumen, serta analisa persaingan dan strategi perusahaan maka diketahui yang menjadi akar masalah tidak dapat mencapai target pencapaian RSPR yaitu belum maksimalnya perencanaan kegiatan komunikasi pemasaran, pelayanan belum customer oriented, budaya kerja belum maksimal, serta tenaga medis spesialis paru masih kurang. Selanjutnya berdasarkan strategi TOWS yang dibuat dengan acuan analisa – analisa sebelumnya, dipilih strategi – strategi untuk mengatasi masalah yang ada. Strategi – strategi tersebut berupa : melakukan komunikasi pemasaran terpadu/ Integrated Marketing Communication yang tepat; membangun jejaring dan kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait; melakukan peningkatan kompetensi pegawai yang mendukung keunggulan paru; menetapkan kebijakan dan prosedur yang mendukung peningkatan kreativitas dan inovasi, percepatan pelayanan serta pelaksanaan pelayanan yang customer oriented. Implementasi strategi – strategi tersebut dilakukan melalui perencanaan kegiatan integrated marketing communication melalui zero based planning method, perencanaan kegiatan untuk membangun jejaring dan kerjasama, perencanaan kegiatan untuk peningkatan kompetensi pegawai, dan perencanaan kegiatan untuk menyusun kebijakan dan prosedur. Masing – masing rencana implementasi strategi dilakukan dengan menetapkan jenis kegiatan, sumber daya, serta jadwal pelaksanaannya