digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2007 TA PP CU FANG 1-COVER.pdf


2007 TA PP CU FANG 1-BAB 1.pdf

2007 TA PP CU FANG 1-BAB 2.pdf

2007 TA PP CU FANG 1-BAB 3.pdf

2007 TA PP CU FANG 1-BAB 4.pdf

2007 TA PP CU FANG 1-BAB 5.pdf

2007 TA PP CU FANG 1-BAB 6.pdf

2007 TA PP CU FANG 1-PUSTAKA.pdf

Teknologi NGN merupakan solusi yang sangat ideal bagi masyrakat pedesaan untuk mengadakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Terdapat banyak pemodelan yang dapat diambil untuk diterapkan di wilayah desa di Indonesia. Salah satu cara untuk mendapat pemodelan yaitu dengan mengambil study literature di Negara lain. Bangladesh memiliki keadaan yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia, terutama dalam hal mata pencaharian masyarakat desa nya dan keadaan geografis desa yang jauh dari pusat keramaian.Tugas akhir ini akan membahas perancangan model bisnis operator telepon desa di Indonesia. Model perancangan bisnis R-NGN ini akan mengambil model kerjasama kerja sama antara Koperasi dan PT. Telkom. Dari model tersebut akan dihitung CAPEX dan OPEX dan juga kelayakan operasional dari penerapan model tersebut.Model perancangan bisnis R-NGN ini memerlukan investasi pada pihak user di bawah Rp 10 juta. Nilai investasi awal tersebut lebih kecil daripada nilai investasi awal per SST yang telah ditetapkan Pemerintah bagi pembangunan infrastruktur di desa. Perancangan model bisnis R-NGN ini pada awalnya merupakan skenario Not For-Lost bisnis. Skenario tersebut dapat di ubah menjadi skenario For-Profit bisnis dengan mengaplikasikan berbagai jenis layanan diharapkan dapat memperbesar angka ARPU sehingga lebih mempercepat angka ROI.