Abstrak - Dapha Bening Maulana
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Dapha Bening Maulana
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Dapha Bening Maulana
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Dapha Bening Maulana
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Dapha Bening Maulana
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Dapha Bening Maulana
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Dapha Bening Maulana
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA Dapha Bening Maulana
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Dapha Bening Maulana
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Penanganan pasca-tangkap ikan menjadi tantangan utama bagi nelayan di Desa Yeisowo,
sehingga diperlukan sistem penyimpanan yang baik untuk menjaga kesegaran ikan. Salah satu
aspek penting yang menentukan performa penyimpanan adalah jumlah panas yang masuk dari
lingkungan ke dalam cool box (heat leak). Untuk mengetahui karakteristik tersebut, serta
memprediksi waktu pendinginan untuk beban termal lainnya, maka dilakukan kaji eksperimental
dan teoritis pada cool box portable dalam kondisi tanpa beban dan dengan beban termal berupa
botol air. Temperatur udara dan dinding kompartemen diukur pada 67 titik menggunakan
termokopel, dan pengujian dilakukan di dalam ruangan psikrometrik sesuai standar IEC
62552:2015.
Hasil menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata heat leak antara kondisi tanpa dan dengan
beban termal adalah 0.11 W (0.88%), serta komposisi heat leak sebesar 40.06% dari total
kapasitas pendinginan sebesar 31.45 W. Hal ini mengindikasikan bahwa beban termal tidak
secara signifikan memengaruhi jumlah panas yang masuk melalui dinding insulasi, namun
menunjukkan performa insulasi cool box yang kurang optimal. Selain itu, beban termal
memengaruhi waktu tercapainya keseragaman temperatur udara, yaitu 125 menit tanpa beban
dan 185 menit dengan beban. Dan, prediksi waktu pendinginan untuk ikan tuna dengan variasi
massa pada perhitungan teoritis berdasarkan nilai total kapasitas pendinginan cool box yang
diperoleh menunjukkan bahwa waktu pendinginan meningkat seiring bertambahnya massa.
Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dasar dalam penggunaan dan optimasi cool
box portable untuk mendukung distribusi hasil laut nelayan di Desa Yeisowo.
Perpustakaan Digital ITB