digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Nadine Adelia Wibowo
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Nadine Adelia Wibowo
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Nadine Adelia Wibowo
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Nadine Adelia Wibowo
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Nadine Adelia Wibowo
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Nadine Adelia Wibowo
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Nadine Adelia Wibowo
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA Nadine Adelia Wibowo
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Prosedur restorasi merupakan tahapan yang penting dilakukan pasca perawatan endodontik sebab perawatan ini dapat mengubah struktur gigi dan menggeser distribusi tekanan pada akar yang dirawat sehingga membuat gigi lebih rentan terhadap fraktur. Beberapa solusi telah diterapkan untuk meminimalisir kegagalan, seperti penambahan pita FRC (Fiber-Reinforced Composite) melalui teknik wallpapering dan pembentukan kavitas internal yang membulat dengan radius fillet tertentu. Keberhasilan restorasi direk menggunakan pita FRC akan dianalisis melalui pemodelan tiga dimensi dari gigi dan restorasinya. Model gigi dimodifikasi dengan menghilangkan enamel dan dentin pada sisi mesial, lingual, setengah mahkota bukal, dan setengah mahkota distal. Model kemudian divariasikan terhadap 4 buah radius fillet, yaitu 0,1 mm, 0,2 mm, 0,3 mm, dan 0,4 mm. Restorasi gigi divariasikan terhadap tiga cara penempatan pita fiber. Model restorasi gigi A merupakan model dengan peletakan pita fiber secara overlapping pada dinding mesial dan distal. Model restorasi gigi B merupakan model dengan peletakan fiber secara overlapping pada dinding lingual dan bukal. Model restorasi C merupakan model dengan peletakan fiber tanpa adanya overlapping. Analisis kegagalan dilakukan dengan metode elemen hingga untuk melihat distribusi tegangan tarik maksimum, tegangan tekan maksimum, dan nilai ikatan antarmuka pada model. Dari analisis ditunjukkan bahwa hasil radius dan penempatan pita fiber optimum adalah radius 0,2 mm dengan peletakan pita fiber tanpa adanya overlapping.