Article Details

STUDI KASUS PENGARUH KEBIJAKAN CHSE TERHADAP PEMULIHAN PARIWISATA SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA USAHA RESTORAN DI BANDUNG, JAWA BARAT

Oleh   Muhammad Zulfikar Hidayat [25420002]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Alhilal Furqan, B.Sc., M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Area planning
Kata Kunci : pengaruh kebijakan CHSE, bisnis restoran, keamanan dan kebersihan pangan, pemulihan citra, pandemi Covid-19
Sumber :
Staf Input/Edit : Yoninur Almira  
File : 9 file
Tanggal Input : 23 Sep 2022

Penelitian ini berangkat dari upaya pemerintah untuk mendukung pemulihan pariwisata, khususnya bisnis restoran yang terdampak cukup parah akibat penyebaran virus Covid-19 di awal tahun 2020 dengan menerapkan kebijakan tanggap darurat yaitu kebijakan CHSE (Clean, Health, Safety, and Environmental Sustainability) dalam bentuk sertifikasi yang bertujuan untuk mengurangi risiko penularan virus dan mengembalikan kepercayaan konsumen terhadap keamanan dan kebersihan pangan di restoran. Penulis mengkaji penerapan standar keamanan dan kebersihan pangan sebagai salah satu indikator penting dalam menganalisis pengaruh kebijakan CHSE sebagai sebuah kebijakan yang dirancang khusus untuk menjamin keamanan konsumen saat makan di restoran. Dalam penelitian ini, penulis meneliti restoran-restoran di Bandung sebagai wilayah studi kasus, untuk mengetahui kesenjangan dalam penerapan keamanan dan kebersihan pangan pada restoran yang diteliti serta menemukenali aspek-aspek yang harus ditingkatkan pada kebijakan CHSE dilihat dari sudut pandang standardisasi keamanan dan kebersihan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai peningkatan aspek keamanan dan kebersihan pangan dan kaitannya dalam membantu pemulihan restoran untuk mendapatkan kembali kepercayaan konsumen terhadap citra restoran yang aman selama masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi antara kualitatif dan kuantitatif berdasarkan premis kelayakan bahwa metode tersebut tepat guna dan dapat memberikan penjelasan yang komprehensif terkait peningkatan standar keamanan dan kebersihan pangan, dan menemukenali hubungan antara kebijakan CHSE, pemulihan restoran, dan kepercayaan konsumen. . Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan CHSE belum dapat memenuhi tujuannya karena adanya kesenjangan yang ditemukan dalam penerapan standar keamanan dan kebersihan pangan yang berbeda di antara setiap jenis restoran. Kebijakan CHSE juga tidak secara jelas dapat membantu memulihkan citra keamanan restoran karena adanya pendekatan yang berbeda dalam penerapan standar keamanan dan kebersihan pangan di setiap restoran yang pada akhirnya membatasi kebijakan CHSE untuk dapat berperan penting dalam memulihkan citra restoran. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan pengaruhiii kebijakan CHSE dalam pemulihan tingkat kepercayaan konsumen dan citra restoran selama pandemic, perlu adanya perbaikan serta koreksi atas kebijakan CHSE untuk dapat disesuaikan dengan penerapan standar minimal keamanan dan kebersihan pangan yang berlaku untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan dalam penelitian ini.