digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Keuntungan aspek produktivitas, kualitas dan keberlanjutan dari konstruksi berbasis modular dapat menjadi alternatif untuk menyeimbangkan upaya pemerataan infrastruktur di Indonesia. Meski demikian, keterbatasan pengetahuan dan acuan desain spesifik, beserta tantangan kestabilan struktur berbasis modular menjadi tantangan utama dalam mengimplementasikan teknologi ini secara umum. Studi ini bertujuan untuk mencari nilai modifikasi faktor yang selayaknya digunakan untuk mendesain bangunan berbasis modular. Strategi dengan memperhitungkan sistem stabilisasi internal (dinding internal modul) dan menambahkan sistem stabilisasi eksternal (sistem rangka terbresing in-situ) dilakukan untuk meningkatkan aspek kestabilan dan kekuatan struktur, juga memperbaiki pola keruntuhan struktur. Analisis secara linier dan non-linier berturut-turut ditinjau dengan menggunakan metoda Response Spectrum Analysis, dan Non-Linear Pushover Analysis and Time History Analysis. Performa dari masing-masing sistem dicek terhadap 3 parameter kinerja strukturnya yaitu; kekuatan (rasio kebutuhan-kapasitas elemen), kekakuan (stabilitas dan respon global bangunan), dan pola keruntuhan (hirarki pembentukan sendi plastis). Selain itu, studi fragilitas dikembangkan dengan analisis dinamik bertahap (Incremental Dynamic Analysis) guna mengetahui kerentanan seismik dari bangunan modular. Hasil analisis fragilitas modular kemudian dibandingkan dengan fragilitas struktur tipikal dari HAZUS dan persyaratan risk-targeted design sesuai dengan SNI 1726:2019 untuk dapat menjelaskan perilaku kinerja seismik bangunan modular secara global.