Article Details

PEMANFAATAN TEKNOLOGI TERRESTRIAL LASER SCANNER DALAM PEMODELAN TIGA DIMENSI (3D) JALAN LAYANG JAKARTA-SUPRATMAN

Oleh   Hadyan Ikhsanuddin Muliya [15118004]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Irwan Gumilar, S.T., M.Si.;Dr. Ir. Vera Sadarviana, M.T.;Sella Lestari Nurmaulia, S.T., M.T.;;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FITB - Teknik Geodesi dan Geomatika
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : Jalan layang, registrasi, point cloud, pemodelan, TLS statis, as-built drawing
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 23 Jun 2022

-Simpang Jalan Jakarta – Jalan Supratman adalah salah satu contoh simpang di Kota Bandung yang mengalami kemacetan. Agar peran dari infrastruktur jalan dapat sesuai dengan peran jalan dalam pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 maka dibangun jalan layang atau flyover. Melihat pentingnya peran dari jalan layang ini, maka diperlukan dokumen yang dapat memberikan informasi terkait jalan layang berupa gambar akhir setelah proses konstruksi selesai. As-built drawing merupakan dokumen yang berisi gambar yang dibuat sesuai dengan kondisi terbangun di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat model 3D dan as-built drawing dari hasil model 3D Jalan Layang. Kemudian dilakukan validasi geometri terhadap data hasil akuisisi dan model 3D dari Jalan Layang Jakarta-Supratman. Pada pemodelan Jalan layang Jakarta-Supratman, data yang digunakan merupakan data hasil akuisisi data menggunakan TLS. Data tersebut akan diolah dengan tahapan proses registrasi, proses georeferensi, penghapusan point cloud yang tidak digunakan (filtering), dan proses pembuatan model. Nilai rata-rata kesalahan registrasi adalah 0.000 meter. Hasil model tiga dimensi digunakan sebagai acuan dalam pembuatan as-built drawing dalam denah, visualisasi, dan potongan jembatan. Model tiga dimensi ditampilkan dalam level of detail dua dengan menambahkan objek pendukung yang sesuai kondisi sebenarnya. Hasil validasi geometri menunjukkan perbedaan data antara model 3D, point cloud, dan model rencana. Nilai validasi geometri diperoleh dari perbedaan data ukuran model terhadap model rencana dalam Detail Engineering Design (DED) sebesar 0.118 meter dan untuk point cloud terhadap objek sebenarnya sebesar 0.009 meter.