Artikel Terbaru

EFEK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TERHADAP GEJALA PUTUS OBAT PASIEN KETERGANTUNGAN HEROIN DI KLINIK PROGRAM TERAPI RUMATAN METADON RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG

Oleh   Permana Juliansyah [11610020]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Kusnandar Anggadiredja, S.Si., M.Si.;; dr.Teddy Hidayat, SpKJ(K)
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Farmasi Klinik dan Masyarakat
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : -
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-06-09 13:47:52

Penyalahguna heroin selalu mengalami kesulitan melepaskan diri dari kecanduan. Dibandingkan jenis lainnya, heroin merupakan zat yang dapat menyebabkan ketergantungan paling berat baik fisik, psikis, maupun mental dan dapat menyebabkan gejala putus obat yang kuat. Gejala tersebut menjadi salah satu penyebab penyalahguna heroin mengalami hambatan dalam melakukan terapi. Sejumlah hasil studi pada dua dekade terakhir menunjukkan adanya keterlibatan mekanisme neuroinflamasi dalam gejala putus obat. Kaskade asam arakhidonat, yang merupakan komponen esensial dari reaksi inflamasi, telah ditunjukkan sebagai salah satu kontributor pada sifat rewarding(sifat dari bahan adiktif yang memberikan nuansa positif) yang harus didekati dalam penanganan ketergantungan. Pengaruh komponen asam lemak bebas pada ekspresi penghambatan inflamasi dapat digunakan untuk mengembangkan penelitian Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil/VCO) yang memiliki asam lemak bebas yang tinggi, terutama asam laurat, sebagai terapi alternatif atau tambahan dalam terapi ketergantungan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh VCO terhadap gejala putus pada pasien yang sedang menjalani terapi rumatan metadon. Parameter gejala putus obat ditentukan melalui nilai Skala Gejala Putus Opiat Subjektif (SOWS) dan Skala Gejala Putus Opiat Objektif (OOWS). Sebanyak 22 pasien dikelompokkan menjadi 11 orang pasien yang meminum 50 mL VCO sebelum pemberian metadon sebagai kelompok uji dan 11 orang pasien lain hanya meminum metadon sesuai dosisnya sebagai kelompok kontrol. Kedua parameter ditentukan satu hari sebelum hari pertama dan satu hari setelah hari keempat belas terapi. Kelompok uji mengalami penurunan Total Nilai SOWS sebesar 1.45 dan OOWS sebesar 0.45, tetapi Total Nilai SOWS dan OOWS tidak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol (p>0,05) yang mengalami penurunan Total Nilai SOWS 0.55 dan tidak mengalami perubahan Total Nilai OOWS. Gejala putus obat yang paling signifikan berkurang adalah gejala perasaan ingin memakai zat adiktif pada SOWS dan tanda bulu lengan merinding, tangan gemetar, dan berkeringat pada OOWS. VCO juga memiliki kecenderungan memperbaiki gangguan psikiatri yang dapat menunjang perbaikan kualitas hidup pasien terapi rumatan metadon ditunjukkan dengan adanya penurunan nilai total Psychological Distress Kessler-10 sebesar 2.75, terutama rasa gelisah dan kelelahan. VCO memiliki kecenderungan mengurangi gejala putus obat pasien ketergantungan heroin yang ditunjukkan dengan adanya penurunan Total Nilai SOWS, terutama pada perasaan ingin memakai zat adiktif dan penurunan Total Nilai OOWS, terutama pada gejala bulu lengan merinding, tangan gemetar, dan berkeringat.