Article Details

DISTRIBUSI SEDIMENTASI DI WADUK CIRATA DAN PENANGANANNYA DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN USIA GUNA WADUK

Oleh   Fakhri Abi [95018012]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Indratmo, M.Sc., Ph.D.;Mohammad Farid, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTSL - Teknik dan Manajemen Sumber Daya Air
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek :
Kata Kunci : Sedimentasi waduk, SSIIM, pemodelan numerik, komputasi fluida dinamis, distribusi sedimen, laju sedimentasi, usia guna waduk, tampungan mati
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2021-02-10 19:34:30

Sedimentasi waduk merupakan permasalahan yang membutuhkan penanganan khusus dalam rangka mempertahankan usia guna waduk. Waduk Cirata khususnya adalah salah satu waduk PLTA dengan tampungan besar di Indonesia. Sampai dengan hasil monitoring terakhir tahun 2017 oleh PT Pembangkitan Jawa Bali Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC), terdapat rata-rata sebesar 8,4 juta m3/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis numerik pada pola distribusi sedimentasi berdasarkan data geometri, sedimen dan debit pada Waduk Cirata. Analisis numerik dilakukan dengan menggunakan software SSIIM-2 (Sediment Simulation in Intakes with Multiblock Option). Dari hasil simulasi aliran dan sedimentasi dengan menggunakan debit dominan rerata bulanan selama 5 tahun dari tahun 2013 sampai dengan 2017, didapatkan penambahan volume sedimen rata-rata sebesar 8,966 juta m3/tahun. Apabila ditinjau dari masing-masing sungai yang menjadi inflow Waduk Cirata, distribusi kontribusi sedimentasi pada Sungai Cikundul, Cibalagung, Cisokan dan Citarum masing-masing sebesar 12,19%, 20,34%, 28,39% dan 39,07%. Nilai tersebut didapatkan dari hasil simulasi sedimentasi pada masing-masing sungai selama 5 tahun dengan debit bulan basah dan bulan kering. Hal ini menunjukkan bahwa sedimentasi dominan didapatkan dari kontribusi Sungai Citarum yang merupakan outflow dari Waduk Saguling. Dari hasil analisis distribusi sedimentasi terhadap posisi tampungan mati di waduk yaitu pada elevasi +180, didapatkan bahwa dari total sedimen yang masuk ke Waduk Cirata, hanya sebesar 4,10% yang sampai pada elevasi tampungan mati yang berada di area hilir waduk. Hasil tersebut nantinya dapat digunakan untuk menentukan pola penanganan sedimentasi yang tepat serta dapat digunakan untuk analisis laju sedimentasi waduk terhadap kapasitas tampungan mati pada studi selanjutnya.