Article Details

STUDI LITERATUR ANALISIS KETEGAKAN BANGUNAN DENGAN CARA INTEGRASI DATA GNSS DAN TRIAXIAL TILTMETER

Oleh   Aditya Zufar Mahendra Gunawan [15116009]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Asep Yusup Saptari, S.T., M.Sc.;Dr.Ing. Hendy Fitrian Suhandri, S.T., M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FITB - Teknik Geodesi dan Geomatika
Fakultas : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Subjek :
Kata Kunci : pemantauan ketegakan, evaluasi kinerja bangunan, lendutan, defleksi
Sumber :
Staf Input/Edit : Irwan Sofiyan  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-30 13:26:32

Sistem hunian vertikal merupakan sebuah solusi bagi populasi di perkotaan yang terus meningkat sepanjang waktu. Dengan membangun bangunan tinggi, lahan yang digunakan untuk hunian akan semakin efektif. Namun, bangunan tinggi memiliki beberapa masalah tersendiri, salah satunya adalah adanya lendutan akibat beban yang bekerja pada bangunan tersebut. Beban yang menyebabkan lendutan pada bangunan salah satunya adalah beban angin. Lendutan menjadi permasalahan apabila lendutan yang terjadi melebihi kekuatan struktur bangunan, yang menyebabkan kegagalan struktur. Oleh karena itu diperlukan pemantauan ketegakan bangunan untuk mendeteksi lendutan tersebut, untuk evaluasi kinerja dan kesehatan bangunan tersebut, baik saat pembangunan, maupun setelah pembangunan,. Pemantauan ketegakan dapat dilakukan menggunakan pengamatan GNSS, dan triaxial tiltmeter. Pengamatan GNSS digunakan untuk mendeteksi pergeseran lateral bangunan, sedangkan triaxial tiltmeter digunakan untuk mendeteksi sudut defleksi yang terbentuk ketika bangunan mengalami lendutan. Untuk melihat apakah pemantauan dengan pengamatan GNSS, dan triaxial tiltmeter dapat diandalkan, dilakukan sebuah simulasi perhitungan lendutan salah satu bangunan yang ada di Kota Bandung, Indonesia, dengan asumsi hanya beban angin saja yang bekerja pada bangunan, dan kondisi tanah yang stabil. Perhitungan beban angin mengacu pada SNI 03-1727-2013. Simulasi perhitungan lendutan dilakukan berdasarkan beam deflection theory. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa hasil defleksi yang terjadi pada tingkat tertinggi (76,68 m) mencapai 2,832 cm, dan sudut defleksi yang terbesar mencapai 1,792 detik. Dan berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai tersebut dapat dideteksi oleh pengamatan GNSS, dan triaxial tiltmeter. Karena ketelitian dari kedua alat tersebut lebih kecil dibandingkan dengan nilai hasil simulasi. Dengan adanya pemantauan ini, kinerja dan kesehatan bangunan yang dipantau dapat ditentukan, untuk kemudian diterbitkan SLF (Surat Laik Fungsi) dan asuransi bangunannya.