Article Details

ANALISA KEPUTUSAN UNTUK PENURUNAN TEKANAN RESERVOIR PADA RESERVOIR PASIR KUALITAS RENDAH DARI SUMUR MINYAK BERAT DI PT. CENTRAL DINAMIKA ENERGI (CDE)*

Oleh   Rahmat Saleh [29118288]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Pri Hermawan, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Kata Kunci : minyak berat, pengeboran, masalah tekanan berlebihan, AHP, perbandingan berpasangan
Sumber :
Staf Input/Edit : Yose Ali Rahman   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-27 08:03:33

Central Dinamika Energi (CDE)* adalah perusahaan multinasional yang telah dan terus beroperasi di Indonesia selama lebih dari 90 tahun. Perusahaan telah memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan banyak kesempatan kerja dan juga menghasilkan hampir 30% dari total produksi minyak harian nasional. CDE akan melakukan serah terima daerah konsesi Kontrak Kerja Sama (KKS) kepada pemerintah Indonesia di bulan Agustus 2021. Meskipun begitu, CDE diharapkan untuk memulai program pengeboran untuk mempertahankan produksi minyak dan meratakan kurva penurunan produksi minyak. CDE membentuk tim gugus tugas yang disebut Drilling optionality team. Tim tersebut ditugaskan untuk mengidentifikasi peluang untuk melakukan pengeboran di lapangan minyak berat dan lapangan minyak ringan. Tim tersebut terdiri dari anggota yang berasal dari tim Drilling and Completions dan tim Asset Development untuk merancang pengembangan lapanagn minyak dan merencanakan pelaksanaan pengeboran. Salah satu kandidat untuk pengembangan lapangan minyak berat adalah Area J South West. Di Area J South West, ada kesempatan untuk mengembangkan reservoir sand S2 dan S3. Area tersebut dipilih karena potensi cadangan minyak yang belum dikembangkan secara penuh walaupun saat ini area tersebut sudah menjadi contributor terbesar kedua untuk produksi minyak berat. Di samping itu, ada isu potensi tekanan berlebih ketika pengeboran mencapai reservoir sand S1 berdasarkan kampanye drilling sebelumnya di tahun 2015. Produksi minyak berat akan menurun jika Area J SW tidak dibor dalam waktu dekat dengan perkiraan penurunan produksi 30% dari produksi minyak berat saat ini. Analisis why tree digunakan untuk mengidentifikasi semua akar masalah yang berpotensi menimbulkan masalah tekanan berlebih. Berdasarkan akar masalah yang teridentifikasi, alternatif-alternatif dikembangkan sebagai solusi yang memungkinkan terhadap permasalahan tersebut. Metodologi AHP digunakan untuk memilih alternative terbaik berdasarkan kriteria spesifik. Responden diikutsertakan dan diarahkan mengenai metodologi and bagaimana melakukan perbandingan berpasangan sebelum melakukan pengisian formulir kuesioner untuk kr iteria dan alternatif. Hasil dari kuesioner kemudian ditinjau oleh penulis untuk memeriksa konsistensi menggunakan perangkat lunak gratis AHPCalc yang dibuat oleh Business Performance Management Singapore (BPMSG). Ada empat kriteria dan tiga alternatif yang dipilih oleh setiap responden. Tim Drilling optionality mempersiapkan paket dokumen proyek untuk dikirimkan ke SKK MIGAS untuk memperoleh persetujuan kampanye pengeboran. Setelah persetujuan diperoleh, kegiatan selanjutnya akan dilakukan yaitu pertemuan membahas rencana kerja dan anggaran, kontrak dan pengadaan untuk bahan, rig, dan jasa, pengiriman bahan dan akhirnya pelaksanaan proyek.