Article Details

SOCIAL CAPITAL DAN PROSES KEPUTUSAN INOVASI MELALUI PEMBAGIAN INFORMASI DI SEKTOR WIRAUSAHA PARIWISATA PANGANDARAN MENGGUNAKAN PEMODELAN BERBASIS AGEN

Oleh   Afina Putri Vindiana [29018012]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Santi Novani, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SBM - Sains Manajemen
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek :
Kata Kunci : Social capital, inovasi, pembagian informasi, wirausaha pariwisata, pemodelan berbasis agen
Sumber :
Staf Input/Edit : Wiwik Istiyarini  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-26 12:24:35

Pengusaha pariwisata adalah salah satu stakeholder yang penting dalam keunggulan daya saing suatu destinasi pariwisata. Namun, sebagian besar pengusaha pariwisata di Indonesia hanya memiliki usaha kecil yang rawan gagal, yang dapat dicegah dengan penerapan inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis social capital dan proses keputusan inovasi dari stakeholder yang terlibat dalam wirausaha pariwisata untuk kemudian dibuat model berbasis agen yang mensimulasikan peningkatan penerapan inovasi. Analisis jejaring sosial (SNA) digunakan untuk menganalisis social capital stakeholder berdasarkan hasil wawancara semi terstruktur dari penelitian sebelumnya mengenai inovasi wirausaha pariwisata Pangandaran. Model berbasis agen lalu dibuat dengan menerapkan proses keputusan inovasi melalui dinamika berbagi informasi dalam dua skenario: network berdasarkan hasil SNA dan network pengusaha pariwisata yang saling berhubungan. Tiga parameter dinamika berbagi informasi ditambahkan untuk meningkatkan penerapan inovasi stakeholder: antusiasme, proporsi stakeholder penerima pengetahuan dan informasi, serta durasi berbagi pengetahuan dan informasi. Hasil SNA menunjukkan bahwa dari sembilan pengusaha pariwisata, empat memiliki network kecil dalam usahanya dan hanya tiga yang memiliki network dan akses yang baik terhadap social capital. Hasil simulasi menunjukkan bahwa social capital adalah kunci untuk meningkatkan penerapan inovasi, seperti yang ditunjukkan oleh skenario kedua dimana pengusaha pariwisata yang saling berhubungan membuat mereka memiliki akses ke social capital dan meningkatkan penerapan inovasi. Antusias stakeholder yang tinggi dan tingginya proporsi stakeholder yang menerima pengetahuan dan informasi juga meningkatkan penerapan inovasi, karena rendahnya proporsi stakeholder penerima tidak akan meningkatkan penerapan inovasi secara signifikan. Durasi berbagi pengetahuan dan informasi yang rendah akan menekan penerapan inovasi sehingga dibutuhkan durasi yang lebih lama untuk meningkatkan penerapan inovasi. Hasil studi ini dapat memberikan wawasan kepada aktor utama wirausaha pariwisata Pangandaran untuk meningkatkan penerapan inovasi di kalangan stakeholder. Keywords: Social capital, inovasi, pembagian informasi, wirausaha pariwisata, pemodelan berbasis agen