Article Details

KANDUNGAN ASAM OKSALAT BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) PADA BERBAGAI TINGKAT KEMATANGAN

Oleh   Elita Kridavirmata [10716066]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Sukrasno, MS;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SF - Sains dan Teknologi Farmasi
Fakultas : Sekolah Farmasi (SF)
Subjek :
Kata Kunci : Belimbing Wuluh, Buah, Oksalat, Air Kapur
Sumber :
Staf Input/Edit : yana mulyana  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-25 10:00:39

Belimbing wuluh merupakan salah satu tumbuhan yang tumbuh baik di Indonesia. Belimbing wuluh merupakan tumbuhan yang diusulkan untuk kebutuhan medis. Selain itu, buah Belimbing wuluh biasa dikonsumsi oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kandungan senyawa terbanyak pada belimbing wuluh adalah oksalat. Konsumsi buah belimbing wuluh yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar serum oksalat dan akumulasi kristal kalsium oksalat dalam tubulus ginjal yang dapat menyebabkan gangguan pada ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rekomendasi pengurangan oksalat yang terkandung dalam buah belimbing wuluh pada berbagai tingkat kematangan. Kadar oksalat buah belimbing wuluh diukur dengan KCKT menunjukkan hasil kandungan oksalat pada buah belimbing wuluh muda berada pada rentang 9,33-10,32 mg/g. Sedangkan pada buah belimbing wuluh matang berada pada rentang 8,57-9,82 mg/g. Perendaman ekstrak air buah belimbing wuluh menggunakan air kapur yang dilakukan secara kualitatif menghasilkan endapan putih pada semua tingkat kematangan buah. Endapan putih terbanyak terdapat pada buah belimbing wuluh dengan tingkat kematangan tua.