Article Details

TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT-BASED MIXED-USE BUILDING IN LEBAK BULUS, SOUTH JAKARTA

Oleh   Afifa Junna Nuhafatya [15216071]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ir. Indra Budiman Syamwil, M.Sc., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek : Architecture
Kata Kunci : Transit Oriented Development, Mixed-Use, Lebak Bulus
Sumber :
Staf Input/Edit : Sandy Nugraha   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-21 09:58:55

Generic placeholder image
ABSTRAK Afifa Junna Nuhafatya

Terbatas
» ITB


Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Saat ini, jumlah penduduk di Indonesia mencapai angka 273 juta jiwa. Dari sekian banyak penduduk Indonesia, kini terdapat 10 Juta jiwa yang menempati Provinsi DKI Jakarta. Dengan total luas wilayah 661.5 kilometer persegi, DKI Jakarta menempati posisi pertama provinsi dengan kepadatan penduduk paling tinggi di Indonesia. Hal ini tentunya menghadirkan beberapa persoalan, salah satunya adalah overcapacity atau banyaknya kebutuhan ruang dengan jumlah penduduk yang kian banyak namun dengan lahan yang terbatas. Merespon hal tersebut, dewasa ini pemerintah DKI Jakarta sedang gencar-gencarnya mengembangkan transportasi umum. Salah satunya adalah Mass Rapid Transit (MRT), dengan harapan masyarakat akan mulai beralih menggunakan transportasi publik. Untuk mendukung pengembangan MRT sebagai transportasi publik, dalam beberapa tahun ke depan di setiap stasiun MRT akan dikembangkan kawasan TOD, atau Transit Oriented Development. TOD dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berada dalam radius 1.5 km dari stasiun kereta, meliputi stasiun itu sendiri, fasilitas publik, intermoda, dan residensial. Salah satu stasiun MRT yang memiliki traffic yang tinggi adalah stasiun MRT Lebak Bulus. Pengembangan TOD di kawasan ini harus meliputi beberapa fungsi, yaitu sarana pergantian moda transportasi, dan fungsi yang mengakomodasi kegiatan Live-Play-Work. Melihat hal ini, dilihat suatu potensi untuk merancang sebuah social HUB berupa bangunan mixed-use yang dapat mengakomodasi kebutuhan intermoda para penumpang MRT sekaligus dapat menyediakan ruang bagi masyarakat sekitar untuk dapat digunakan.