Article Details

TULANG IKAN TONGKOL TERSALUT KALSIUM ALGINAT YANG DIKERINGKAN SECARA KERING BEKU SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA METILEN BIRU

Oleh   Muhammad Fadhil Dwi Saputra [10514067]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Rusnadi, S.Si., M.Si.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Kimia
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Chemistry
Kata Kunci : metilen biru, tulang ikan tongkol, kalsium alginat, kering-beku, adsorpsi.
Sumber :
Staf Input/Edit : Latifa Noor   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-09-21 08:28:14

Pembuangan metilen biru ke sumber air dengan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan turunnya kualitas air, memengaruhi mikroorganisme akuatik, dan menimbulkan penyakit pada manusia. Salah satu metode untuk menghilangkan metilen biru dari limbah tekstil dengan melalui adsorpsi. Adsorpsi merupakan salah satu metode penghilangan pewarna metilen biru yang memiliki keunggulan, antara lain efektivitas biaya, kesederhanaan desain, kemudahan penggunaan, dapat digunakan berulang, dan kemampuan adsorptif yang baik. Bahan yang dapat digunakan sebagai adsorben adalah tulang dan alginat. Di Indonesia yang banyak tersedia adalah tulang ikan tongkol (Euthynnus affinis) karena menjadi limbah yang belum banyak dimanfaatkan. Sementara itu, rumput laut sebagai sumber alginat juga cukup banyak tersedia. Adsorben tulang ikan tongkol kalsium alginat kering-beku digunakan untuk mengadsorpsi metilen biru. Sintesis adsorben dibuat dengan mencampurkan serbuk tulang ikan tongkol dengan larutan alginat menjadi komposit kemudian dikeringkan dengan alat pengering-beku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum adsorpsi metilen biru dengan menggunakan 0,022 gram tulang ikan kalsium alginat kering-beku, tercapai pada pH 8, dan waktu kontak 420 menit. Adsorpsi metilen biru dengan adsorben yang dihasilkan mengikuti model kinetika orde dua semu dan model isoterm adsorpsi Freundlich.