Article Details

STRATEGI INOVASI DAN PENGEMBANGAN BISNIS KLINIK KECANTIKAN (STUDI KASUS : MARIANA BEAUTY AESTHETIC)

Oleh   Ricky Kurniawan Setiadjaja [29117540]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Eko Agus Prasetio, S.T., M.B.A.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Kata Kunci : Analisis SWOT, Analisis PESTLE, Pemasaran STP.
Sumber : MARIANA BEAUTY AESTHETIC
Staf Input/Edit : Neng Kartika   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-03-21 14:26:35

Inti dari penelitian ini adalah penyelesaian masalah untuk Mariana Beauty Clinic. Klinik Mariana Beauty mengalami penurunan dari tahun ke tahun pada EBITDA dimana kenyataan bahwa bisnis kecantikan di Indonesia telah meningkat cukup pesat sebesar 16% pada tahun 2019. Penulis menggunakan beberapa teknik analisis data dalam penelitian ini untuk data kuantitif dan kualitatif dalam penelitian ini adalah dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Penulis menggunakan analisis SWOT dan analisis akar penyebab di mana ada analisis faktor internal dan analisis faktor eksternal. Analisis faktor internal menggunakan bauran pemasaran STP dan analisis faktor eksternal menggunakan PESTLE, analisis konsumen, analisis pesaing dan lima kekuatan Porter. Berdasarkan hasil penelitian internal dan eksternal, analisis SWOT menunjukkan hasil IFAS dan EFAS. Skor IFAS untuk klinik Mariana Beauty adalah 3,61. Ini berarti bahwa mereka memiliki posisi internal yang cukup kuat untuk bersaing di industri. skor EFAS untuk klinik Mariana Beuaty adalah 3,45 yang berada di atas rata-rata (titik tengah) 2,5. Ini berarti bahwa mereka memiliki posisi eksternal yang cukup kuat untuk bersaing di industri. Dengan menggunakan analisis SWOT menunjukkan bahwa lima penyebab EBITDA Kecantikan Mariana terus menurun, yaitu harga jual terlalu rendah, strategi pemasaran tidak mengikuti perkembangan zaman, sumber daya manusia, harga mesin kecantikan cukup mahal, analisis keuangan belum berjalan optimal.