Article Details

PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM KESAHAJAAN BUDAYA BAHARI SUKU MANDAR DI SULAWESI BARAT MELALUI PENDEKATAN KONTEMPLATIF

Oleh   Muh. Sachrul Saad [17315008]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Yogie Candra Bhumi, S.Ds., M.Ds.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FSRD - Desain Interior
Fakultas : Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
Subjek :
Kata Kunci : mandar, museum bahari
Sumber : FSRD ITB
Staf Input/Edit : Noor Pujiati.,S.Sos  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-03-16 15:14:23

Generic placeholder image
2020 TA MUH. SACHRUL SAAD 1.pdf ]

Terbatas
» ITB


Dalam sebuah diskusi tentang budaya bersama bapak (Drs. Widiharjo, M.Sn. 2018). Beliau mengatakan suatu suku memang tidak harus terus diisolasi di dalam kotak budaya peninggalan leluhurnya. Sebab mereka juga punya hak untuk dapat merasakan perkembangan jamanSalah satu hal yang dapat dilakukan untuk menjaga identitas budayanya ialah dengan menetapkan metode demokratis. Menawarkan pilihan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi dengan menjabarkan terlebih dahulu timeline sejarah sebuah suku, dulu, sekarang dan jaman yang akan datang. Metode ini sifatnya pemaknaan. Memberikan kebebasan pada setiap masyarakat untuk berinterpretasi mengenai pola perubahan komposisi suatu suku/wilayahnya. Apabila muncul interpretasi yang disepakati bersama akan didukung sepenuhnya tanpa diadu dan ditabrakkan dengan yang lain. Berdasarkan penjabaran fenomena dan masalah yang terjadi, salah satu solusi yang ditawarkan adalah adanya fasilitas yang tidak hanya bersifat edukatif tapi sekaligus mampu meningkatkan awareness masyarakat milenial saat ini. Melalui warisan budaya bahari suku mandar yang berkarakter kosmopolit dan bersahaja.

Cari