Article Details

KARAKTERISASI TAKSONOMI DAN BIOKIMIA JAMUR Pythium vexans SEBAGAI POTENSI SUMBER PANGAN PROTEIN

Oleh   Istikoyah [20616312]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Biologi
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : Asam Amino, Asam Lemak, Protein, Pythium vexans
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti  
File : 1 file
Tanggal Input : 2020-01-02 08:53:38

Aksi nyata untuk memenuhi tuntutan kepemimpinan dunia dalam mengatasi kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim, dirancang dalam 17 agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals (SDGs)). Tujuh belas agenda atau tujuan tersebut dirancang untuk dapat diaplikasikan secara universal (global) dengan menyeimbangkan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Tantangan di Indonesia sebagai salah satu negara berkembang untuk mendapatkan solusi terbarukan yang mampu memenuhi kebutuhan pangan, pendidikan, energi, transportasi, sosial, budaya, lingkungan, pola berfikir masyarakat, dan dampak dari aktivitas manusia, bukanlah hal yang mudah diselesaikan. Peningkatan permintaan kualitas pangan, pakan, dan bioproduk yang ramah lingkungan menuntut untuk memunculkan bioindustri yang menghasilkan produk komplementer. Sasaran dari pembangunan Indonesia terhadap bioindustri salah satunya ialah terwujudnya kemandirian pangan secara nasional. Estimasi nilai nutrisi jamur menjadi salah satu bagian dalam memenuhi tuntutan bioindustri terhadap pangan. Untuk itu, diperlukan kajian kandungan nilai nutrisi jamur dari isolat lokal untuk eksplorasi potensi biodiversitas jamur nusantara sebagai sumber pangan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi jamur air (Oomycota), mengkarakterisasi taksonomi, dan mengkarakterisasi kandungan nilai nutrisi protein, asam amino dan asam lemak. Metode yang digunakan yaitu GC, HPLC, Kjeldahl, PCR, dan UPLC. Berdasarkan analisis DNA ITS, diperoleh 99,62% homolog dengan jamur Pythium vexans. Hasil pengujian protein diperoleh ±10,45%. Pengujian asam amino diperoleh data berupa asam amino esensial yang terdiri dari triptofan, histidin, threonin, leusin, lisin, arginin, valin, isoleusin, dan fenilalanin. Sedangkan asam amino non-esensial terdiri dari prolin, tirosin, asam aspartat, glisin, alanin, asam glutamat, dan serin. Asam lemak yang terdeteksi yaitu asam lemak jenuh yang terdiri dari asam araknidat, asam behenat, asam heptadekanoat, asam kaprilat, asam laurat, asam lignoserat, asam miristat, asam palmitat, dan asam stearat. Sedangkan asam lemak tak jenuh terdiri dari asam arakidonat (AA), asam eikosadienoat, asam eikosapentaenoat (EPA), asam eikosatrienoat (?6), asam eikosenoat, asam erukat, asam heptadekenoat, asam linolenat (?3), c-asam linoleat (?6), asam linolenat (?6), asam miristoleat, c-asam oleat (?9), dan asam palmitoleat. Berdasarkan kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa jamur Pythium vexans memiliki kadar protein 10,45%, kadar asam amino tertinggi yaitu leusin dan asam glutamat; dan kadar asam lemak tertinggi yaitu asam palmitat dan c-asam oleat (?9).