Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Hipertensi
merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit kardiovaskular yang paling signifikan. Daun
murbei dan daun seledri banyak digunakan secara tradisional untuk menangani hipertensi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menentukan efek penurunan tekanan darah dari kombinasi ekstrak
etanol daun murbei (Morus nigra L.) dan ekstrak air daun seledri (Apium graveolens L.) pada tikus
Wistar jantan hipertensi yang diinduksi deksametason. Aktivitas penurunan tekanan darah
ditentukan dengan pengujian kombinasi ekstrak yang diberikan secara peroral pada hari ke-8
hingga hari ke-14 pada hewan uji yang telah diinduksi deksametason. Tekanan darah diukur
menggunakan alat tail cuff (CODA®) pada hari ke-0, setelah induksi pada hari ke-7, dan satu jam
sesudah terapi pada hari ke-8, hari ke-10, dan hari ke-14. Kenaikan tekanan darah sistolik (TDS)
secara signifikan (p<0,05) terlihat pada semua kelompok yang diinduksi pada saat T7 dengan ratarata kenaikan TDS yaitu 46,68 mmHg. Hal ini menunjukkan model hewan hipertensi telah
terbentuk. Setelah diterapi, kelompok pembanding dengan dosis 0,45 mg/kg bb tikus, seledri
dengan dosis 54 mg/kg bb tikus, dan kombinasi ekstrak dengan dosis ½:½ (ekstrak murbei dengan
dosis 200 mg/kg bb tikus dan ekstrak seledri dengan dosis 27 mg/kg bb tikus) mengalami
penurunan TDS secara signifikan bila dibandingkan terhadap kontrol positif setelah 3 hari terapi
dengan penurunan TDS masing-masing sebesar 26,70 mmHg, 36,15 mmHg, dan 20,45 mmHg.
Pada kelompok murbei dengan dosis 400 mg/kg bb tikus dan kombinasi ekstrak dengan dosis 1:1
(ekstrak murbei dengan dosis 400 mg/kg bb tikus dan ekstrak seledri dengan dosis 54 mg/kg bb
tikus) penurunan TDS yang signifikan terlihat setelah 7 hari terapi dengan penurunan TDS masingmasing sebesar 41,80 mmHg dan 53,26 mmHg. Tekanan darah diastolik (TDD) mengalami
penurunan yang signifikan bila dibandingkan terhadap kontrol positif setelah 3 hari terapi pada
kelompok pembanding, seledri, kombinasi 1:1, dan kombinasi ½:½ dengan penurunan TDD
berturut-turut sebesar 20,80 mmHg, 27,75 mmHg, 20,1 mmHg, dan 20,3 mmHg. Kelompok
murbei menunjukkan penurunan TDD yang signifikan sebesar 35,75 mmHg setelah 7 hari terapi.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun murbei dan ekstrak air
daun seledri dengan perbandingan dosis 1:1 (ekstrak murbei dengan dosis 400 mg/kg bb tikus dan
ekstrak seledri dengan dosis 54 mg/kg bb tikus) dan dosis ½:½ (ekstrak murbei dengan dosis 200
mg/kg bb tikus dan ekstrak seledri dengan dosis 27 mg/kg bb tikus) memiliki efek penurunan
tekanan darah. Efek penurunan tekanan darah yang optimal terjadi pada kelompok kombinasi
ekstrak etanol daun murbei dan ekstrak air daun seledri dengan perbandingan dosis ½:½.
Perpustakaan Digital ITB