digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit kardiovaskular yang paling signifikan. Daun murbei dan daun seledri banyak digunakan secara tradisional untuk menangani hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek penurunan tekanan darah dari kombinasi ekstrak etanol daun murbei (Morus nigra L.) dan ekstrak air daun seledri (Apium graveolens L.) pada tikus Wistar jantan hipertensi yang diinduksi deksametason. Aktivitas penurunan tekanan darah ditentukan dengan pengujian kombinasi ekstrak yang diberikan secara peroral pada hari ke-8 hingga hari ke-14 pada hewan uji yang telah diinduksi deksametason. Tekanan darah diukur menggunakan alat tail cuff (CODA®) pada hari ke-0, setelah induksi pada hari ke-7, dan satu jam sesudah terapi pada hari ke-8, hari ke-10, dan hari ke-14. Kenaikan tekanan darah sistolik (TDS) secara signifikan (p<0,05) terlihat pada semua kelompok yang diinduksi pada saat T7 dengan ratarata kenaikan TDS yaitu 46,68 mmHg. Hal ini menunjukkan model hewan hipertensi telah terbentuk. Setelah diterapi, kelompok pembanding dengan dosis 0,45 mg/kg bb tikus, seledri dengan dosis 54 mg/kg bb tikus, dan kombinasi ekstrak dengan dosis ½:½ (ekstrak murbei dengan dosis 200 mg/kg bb tikus dan ekstrak seledri dengan dosis 27 mg/kg bb tikus) mengalami penurunan TDS secara signifikan bila dibandingkan terhadap kontrol positif setelah 3 hari terapi dengan penurunan TDS masing-masing sebesar 26,70 mmHg, 36,15 mmHg, dan 20,45 mmHg. Pada kelompok murbei dengan dosis 400 mg/kg bb tikus dan kombinasi ekstrak dengan dosis 1:1 (ekstrak murbei dengan dosis 400 mg/kg bb tikus dan ekstrak seledri dengan dosis 54 mg/kg bb tikus) penurunan TDS yang signifikan terlihat setelah 7 hari terapi dengan penurunan TDS masingmasing sebesar 41,80 mmHg dan 53,26 mmHg. Tekanan darah diastolik (TDD) mengalami penurunan yang signifikan bila dibandingkan terhadap kontrol positif setelah 3 hari terapi pada kelompok pembanding, seledri, kombinasi 1:1, dan kombinasi ½:½ dengan penurunan TDD berturut-turut sebesar 20,80 mmHg, 27,75 mmHg, 20,1 mmHg, dan 20,3 mmHg. Kelompok murbei menunjukkan penurunan TDD yang signifikan sebesar 35,75 mmHg setelah 7 hari terapi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun murbei dan ekstrak air daun seledri dengan perbandingan dosis 1:1 (ekstrak murbei dengan dosis 400 mg/kg bb tikus dan ekstrak seledri dengan dosis 54 mg/kg bb tikus) dan dosis ½:½ (ekstrak murbei dengan dosis 200 mg/kg bb tikus dan ekstrak seledri dengan dosis 27 mg/kg bb tikus) memiliki efek penurunan tekanan darah. Efek penurunan tekanan darah yang optimal terjadi pada kelompok kombinasi ekstrak etanol daun murbei dan ekstrak air daun seledri dengan perbandingan dosis ½:½.