digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


Cover_Andina Candra Prasasti
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 1_Andina Candra Prasasti
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 2_Andina Candra Prasasti
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 3_Andina Candra Prasasti
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 4_Andina Candra Prasasti
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 5_Andina Candra Prasasti
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 6_Andina Candra Prasasti
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan

Pustaka_Andina Candra Prasasti
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan

Daun afrika merupakan tanaman obat yang memiliki beragam khasiat, seperti antidiabetes dan antioksidan. Produk daun afrika banyak beredar di Indonesia namun simplisia dan ekstraknya belum distandardisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter standar simplisia dan ekstrak daun afrika dari tiga daerah berbeda yaitu Surabaya, Magelang, dan Sleman berdasarkan ketentuan Farmakope Herbal Indonesia. Simplisia daun afrika bernama Vernoniae Amygdalinae Folium yang merupakan daun Vernonia amygdalina Delile, suku Asteraceae, mengandung flavonoid total tidak kurang dari 0,17% dihitung sebagai luteolin-7-O-glukosida. Simplisia daun afrika berupa daun yang mengerut, berbentuk lonjong atau lanset, rapuh, berwarna hijau kecoklatan, tepi bergerigi, panjang 15-20 cm, lebar 7-10 cm, tidak berbau, dan berasa pahit. Fragmen pengenal simplisia daun afrika yaitu stomata anomositik, sel epidermis bergelombang, berkas pembuluh berpenebalan spiral, dan parenkim berisi kristal kalsium oksalat. Hasil penetapan parameter nonspesifik simplisia meliputi kadar abu total 12,57-16,51%, abu tidak larut asam 1,24-2,59%, abu larut air 7,46-9,00%, sari larut etanol 9,93-18,26%, sari larut air 19,59-25,86%, susut pengeringan 7,18-7,64%, dan kadar air 5,99-7,32%. Ekstrak daun afrika bernama Vernoniae Amygdalinae Folii Extractum Spissum yang berupa ekstrak kental, berwarna coklat kehitaman, berbau khas, dan berasa pahit. Pola kromatografi lapis tipis simplisia dan ekstrak menunjukkan adanya senyawa identitas luteolin-7-O-glukosida. Kadar flavonoid total tertinggi diberikan oleh simplisia dan ekstrak daun Afrika Surabaya yaitu 0,35% dan 2,70% dihitung sebagai luteolin-7-O-glukosida. Rendemen ekstrak tertinggi diberikan oleh ekstrak daun afrika Surabaya yaitu 29,17%. Hasil penetapan parameter nonspesifik ekstrak meliputi kadar abu total 2,61-3,54%, abu tidak larut asam 0,06- 0,34%, abu larut air 2,37-2,95%, dan kadar air 14,29-37,56%.