Cover_Andina Candra Prasasti
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 1_Andina Candra Prasasti
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 2_Andina Candra Prasasti
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 3_Andina Candra Prasasti
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 4_Andina Candra Prasasti
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 5_Andina Candra Prasasti
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab 6_Andina Candra Prasasti
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Pustaka_Andina Candra Prasasti
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Daun afrika merupakan tanaman obat yang memiliki beragam khasiat, seperti antidiabetes dan
antioksidan. Produk daun afrika banyak beredar di Indonesia namun simplisia dan ekstraknya
belum distandardisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter standar simplisia dan
ekstrak daun afrika dari tiga daerah berbeda yaitu Surabaya, Magelang, dan Sleman berdasarkan
ketentuan Farmakope Herbal Indonesia. Simplisia daun afrika bernama Vernoniae Amygdalinae
Folium yang merupakan daun Vernonia amygdalina Delile, suku Asteraceae, mengandung flavonoid
total tidak kurang dari 0,17% dihitung sebagai luteolin-7-O-glukosida. Simplisia daun afrika berupa
daun yang mengerut, berbentuk lonjong atau lanset, rapuh, berwarna hijau kecoklatan, tepi
bergerigi, panjang 15-20 cm, lebar 7-10 cm, tidak berbau, dan berasa pahit. Fragmen pengenal
simplisia daun afrika yaitu stomata anomositik, sel epidermis bergelombang, berkas pembuluh
berpenebalan spiral, dan parenkim berisi kristal kalsium oksalat. Hasil penetapan parameter
nonspesifik simplisia meliputi kadar abu total 12,57-16,51%, abu tidak larut asam 1,24-2,59%, abu
larut air 7,46-9,00%, sari larut etanol 9,93-18,26%, sari larut air 19,59-25,86%, susut pengeringan
7,18-7,64%, dan kadar air 5,99-7,32%. Ekstrak daun afrika bernama Vernoniae Amygdalinae Folii
Extractum Spissum yang berupa ekstrak kental, berwarna coklat kehitaman, berbau khas, dan
berasa pahit. Pola kromatografi lapis tipis simplisia dan ekstrak menunjukkan adanya senyawa
identitas luteolin-7-O-glukosida. Kadar flavonoid total tertinggi diberikan oleh simplisia dan ekstrak
daun Afrika Surabaya yaitu 0,35% dan 2,70% dihitung sebagai luteolin-7-O-glukosida. Rendemen
ekstrak tertinggi diberikan oleh ekstrak daun afrika Surabaya yaitu 29,17%. Hasil penetapan
parameter nonspesifik ekstrak meliputi kadar abu total 2,61-3,54%, abu tidak larut asam 0,06-
0,34%, abu larut air 2,37-2,95%, dan kadar air 14,29-37,56%.
Perpustakaan Digital ITB