Article Details

STRATEGI PEMASARAN TAMAN HUTAN RAYA IR. H. DJUANDA, BANDUNG

Oleh   Muhammad Arditama Febrianza [95714302]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Heru Purboyo P., DEA;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Terapan Perencanaan Kepariwisataan
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek : Area planning
Kata Kunci : pariwisata, pemasaran, strategi, taman hutan raya
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 9 file
Tanggal Input : 2019-10-30 11:12:32

Pariwisata merupakan bidang yang multidimensi dan multidisiplin. Banyak ilmu lain yang saling mendukung dan saling melengkapi dalam proses pengembangan pariwisata, salah satunya adalah bidang pemasaran. Pada dasarnya pemasaran pariwisata adalah usaha yang dilakukan untuk menarik wisatawan lebih banyak datang, lebih lama tinggal dan lebih banyak membelanjakan uangnya di suatu tujuan wisata. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda sebagai salah satu aset pariwisata di Kota Bandung, dewasa ini diduga belum terkelola secara optimal. Perkembangan kawasan ini cenderung dibiarkan berjalan apa adanya. Bukan berarti pengelolaan Tahura ini tidak mempunyai perencanaan, tetapi implementasi dari perencanaan yang sudah ada tampaknya belum dilaksanaan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah formulasi strategi pemasaran yang dapat diterapkan di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Sasaran dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penunjung, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengelolaan beserta alternatif solusi yang ditawarkan dan formulasi strategi pemasaran dalam pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) digunakan untuk memetakan kekuatan dan kelemahan dari sisi internal dan eksternal kawasan serta merumuskan alternatif solusi dari kendala pengelolaan, penerapan marketing mix 7P (Product, Price, Place, Promotion, Physical Evidence, People, Process) digunakan untuk memformuliasikan strategi pemasaran kawasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui penyebaran kuesioner, observasi lapangan, wawancara dan studi dokumen. Hasil temuan studi menyatakan bahwa Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda memiliki 2 jenis daya tarik wisata yang terdiri dari daya tarik wisata alam dalam bentuk Curug Dago, Curug Maribaya dan Hutan Pinus, Serta daya tarik wisata sejarah dalam bentuk Goa Jepang, Goa Belanda, Museum Djuanda, Patung Ir. H. Djuanda dan Prasasti Raja Thailand. Karakteristik profil wisatawan / konsumen yang berkunjung ke Kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda didominasi oleh wisatawan nusantara dengan presentase 100%. Berasal dari daerah Bandung, Cimahi, Lembang, Garut, Bekasi, Jakarta, Tangerang, 3 Bali dan Medan. Didominasi oleh wisatawan laki – laki dengan rentang usia antara 12 – 30 tahun. Pendidikan wisatawan yang datang didominasi SD – SMP – SMA – Universitas. Rata – rata penghasilan wisatawan