Article Details

GATE OF JAKARTA BUSINESS DISTRICT MIXED-USE DI KAWASAN BERORIENTASI TRANSIT DUKUH ATAS JAKARTA

Oleh   Joshua Aditya [15215017]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr.-Ing. Ir. Widjaja Martokusumo;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek : Architecture
Kata Kunci : Transit Oriented Development, Perkantoran, Komersial, Dukuh Atas, Jakarta
Sumber :
Staf Input/Edit : Sandy Nugraha   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-09-11 13:33:24

Generic placeholder image
ABSTRAK Joshua Aditya

Terbatas
» ITB


Pertumbuhan moda transportasi di Jakarta kian lama kian meningkat khusunya pada kawasan Dukuh Atas yang menjadi titik perpindahan moda transportasi. Macam transportasi umum yang ada di kawasan ini antara lain adalah TransJakarta, KRL, dan Kereta Api Bandara, serta MRT dan 2 koridor LRT yang akan menyusul, belum termasuk dengan transportasi online yang sedang marak. Oleh karena itu, muncul suatu kebutuhan akan fasilitas transit yang sekaligus dapat memenuhi kebutuhan para penumpang dari berbagai moda transportasi. Fasilitas transit ini mengakomodasi pergerakan manusia secara massal dan diharapkan kepadatan kendaraan di kawasan Dukuh Atas-pun dapat berkurang. Laporan tugas akhir ini berisi penjelasan dari hasil rancangan yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Rancangan ini merupakan bangunan yang memiliki fungsi campuran yaitu komersial dan perkantoran. Bangunan yang dirancang terletak di kawasan berbasis transit-oriented development (TOD) yang memiliki prinsip percampuran fungsi. Lahan berada di kawasan Dukuh Atas berdekatan dengan kawasan bisnis Jalan Sudirman seluas 6.200m2. Lahan ini dimiliki oleh PT. MRT Jakarta yang berlaku sebagai pemrakarsa rancangan ini juga. Perancangan bangunan ini bertujuan untuk mewadahi kebutuhan pengunjung yang datang ke kawasan tersebut. Bangunan ini akan mengakomodasi area komersial dan perkantoran. Dari hasil analisis, lahir tiga isu utama dalam rancangan ini, yaitu isu inklusivitas, isu konektivitas, dan isu citra bangunan. Sebagai fasilitas publik, rancangan ini harus mampu memfasilitasi semua orang dan segala kalangan. Dari isu tersebut disusun sebuah konsep dasar perancangan yaitu “Building as Public Space” dan “Connecting the Lost Connection”. “Building as Public Space” menghadirkan suatu konsep dimana ruang-ruang yang terdapat pada bangunan sebisa mungkin dimanfaatkan sebagai ruang publik. “Connecting the Lost Connection” dihadirkan melalui pembentukan koneksi-koneksi langsung dari bangunan menuju transportasi umum yang ada di sekitarnya, seperti Stasiun MRT Dukuh Atas, KRL Stasiun Sudirman, TransJakarta, dan transportasi online.