Article Details

ANALISA KONDISI PSIKOSOSIAL DI TEMPAT KERJA (STUDI KASUS PADA PT PLN (PERSERO))

Oleh   Atalya Dwi Herdiyan [29117196]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Henndy Ginting S. Psi., M.Si., Psikolog
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Kata Kunci : COPSOQ, Dimensi Psikososial, Kinerja Pekerjaan, Kondisi Psikososial, Resiliensi
Sumber : PT PLN (PERSERO)
Staf Input/Edit : Neng Kartika   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-09-10 15:07:45

Pada tahun 2017 kelompok komisaris PT PLN (Persero) mencatat bahwa operating profit di tahun 2017 tidak mencapai target. Selanjutnya, according to KPI perusahaan tahun 2018, pada tahun tersebut target penjualan tidak dapat mencapai target. Di sisi lain Organisational Capital Readiness pada tahun 2017 dan 2018 di perusahaan dikategorikan baik namun beberapa dimensi tidak terdapat perkembangan dari 2017 ke tahun 2018. Kesuksesan dan kinerja perusahaan dalam mencapai target dijelaskan secara mendalam oleh kinerja karyawan. Dalam mencapai target perusahaan, karyawan menghadapi berbagai gangguan eksternal dan internal individu karyawan. Psikososial merupakan ilmu yang mengidentifikasi kondisi lingkungan eksternal dan internal individu. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk membantu memperbaiki perfomance perusahaan dengan menganalisis kondisi psikososial di perusahaan dengan menggunakan alat ukur COPSOQ III. Dalam studi ini, Copenhagen Psychosocial Questionnaire III mengukur 45 dimensi psikososial pada 1000 orang karyawan di PT PLN (Persero). Hasil analisis perfomance perusahaan dalam studi ini menjelaskan bahwa tidak tercapainya target perusahaan secara eksternal disebabkan karena adanya perubahan kebijakan di perusahaan. Namun, dalam penetapan kebijakan terdapat kelemahan perfomance manajemen dalam perencanaan dan prediksi. Selanjutnya, studi ini menemukan kelemahan ini terjadi karena perusahaan kurang maksimal dalam pemanfaatan kemampuan karyawan karena pengaruh karyawan terhadap pekerjaannya masih rendah. Pekerjaan mereka kurang menuntut eksplorasi ide dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan mereka sehingga menyebabkan karyawan pasif dan tergantung kepada leader. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu membangun resilent skill melalui resiliensi karir untuk menciptakan karyawan yang mandiri dalam bekerja dan menghadapi tantangan yang berubah-ubah. Dalam mengimplementasi solusi tersebut, program yang direkomendasikan berfokus pada building mindfullness melalui kegiatan staff leadership training, skill training for team, innovation project, maintaining coaching, and maintaining brainstorming activity.