Article Details

Evaluasi Kesesuaian Habitat Peneluran Penyu Hijau (Chelonia Mydas) di Suaka Margasatwa Sindangkerta, Tasikmalaya, Jawa Barat

Oleh   Agustina Kristin Handayani [11515021]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ichsan Suwandhi, S.Hut., M.P.;Dr. Devi Nandita Choesin, M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Rekayasa Kehutanan
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : Chelonia mydas, kesesuaian habitat, peneluran penyu hijau, struktur buatan manusia, tutupan vegetasi pantai
Sumber :
Staf Input/Edit : didi kusnendi  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-09-10 14:42:43

Penurunan populasi penyu hijau yang mendarat di Suaka Margasatwa (SM) Sindangkerta merupakan masalah kompleks yang disebabkan oleh baik faktor alami maupun aktivitas manusia. Faktor alami tersebut yaitu siklus hidup yang panjang dan abrasi pantai, sedangkan faktor aktivitas manusia yaitu pencemaran laut dan pemukiman sekitar habitat peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian habitat peneluran penyu hijau pada enam blok di SM Sindangkerta dengan melihat kondisi biofisik dan aktivitas manusia. Evaluasi habitat dilakukan berdasarkan tujuh parameter biofisik dan aktivitas manusia di SM Sindangkerta, yaitu (1) kemiringan pantai, (2) lebar pantai, (3) suhu pasir, (4) komposisi pasir, (5) ukuran butir pasir, (6) tutupan vegetasi pantai, dan (7) tutupan struktur buatan manusia. Setiap parameter diberi bobot menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil pengukuran parameter setiap blok diberi nilai berdasarkan tiga kelas kesesuaian habitat peneluran penyu hijau. Nilai tersebut dikalikan dengan bobot sehingga diperoleh Indeks Kesesuaian Habitat (IKH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam blok lokasi peneluran penyu, hanya satu blok yang termasuk ke dalam kelas sesuai dengan IKH 272%, yaitu Blok Tegal Sereh. Hal ini didukung oleh faktor lebar pantai Tegal Sereh yang termasuk kelas sesuai dengan bobot 50%. Lima blok termasuk kedalam kelas tidak sesuai dengan IKH 132% - 141%. Secara umum, kondisi ini terkait dengan faktor tidak sesuainya kondisi lebar pantai dan rendahnya tutupan vegetasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan untuk pengelolaan kawasan pantai, khususnya sebagai habitat peneluran penyu hijau.