Article Details

Karakteristik Iluminasi Cahaya Artifisial dan Kebisingan Antropogenik di Habitat Peneluran Penyu hijau (Chelonia mydas) Suaka Margasatwa Sindangkerta, Tasikmalaya, Jawa Barat

Oleh   Susi Handayani [11515040]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ichsan Suwandhi, S.Hut., M.P.;Dr. Devi Nandita Choesin, M.Sc.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SITH - Rekayasa Kehutanan
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : Antropogenik, Chelonia mydas, Habitat peneluran, Sempadan pantai, Toleransi
Sumber :
Staf Input/Edit : didi kusnendi  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-09-10 14:36:31

Penyu hijau adalah reptilia laut yang bertelur di daratan pantai tertentu sesuai preferensinya, salah satunya di Suaka Margasatwa Sindangkerta, Jawa Barat. Suaka Margasatwa Sindangkerta sebagai kawasan peneluran penyu hijau berjarak sangat dekat dengan jalan raya dan permukiman. Kondisi tersebut meningkatkan iluminasi cahaya artifisial dan kebisingan antropogenik terhadap area peneluran. Kisaran toleransi penyu hijau terhadap iluminasi cahaya adalah 0–3 lux sementara tekanan suara sebesar 39 dB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi iluminasi cahaya dan tingkat kebisingan antropogenik pada enam blok peneluran penyu hijau di Suaka Margasatwa Sindangkerta. Iluminasi cahaya ditentukan dengan mengukur intensitas pada sumber cahaya yang menghadap ke area peneluran. Tingkat kebisingan ditentukan dengan mengukur tekanan suara di sempadan pantai dalam tujuh selang waktu pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan iluminasi cahaya tertinggi yang sampai ke area peneluran adalah 1,58 lux dengan sinar berwarna putih dari lampu penerangan jalan raya. Kebisingan tertinggi yang sampai ke area peneluran adalah 65,35 dB dengan peredaman sebesar -5,56 dB. Berdasarkan nilai iluminasi cahaya, seluruh blok peneluran termasuk kategori sesuai dengan kisaran toleransi penyu hijau. Berdasarkan tekanan suara, hanya satu blok dalam kategori tidak bising dengan tekanan suara sebesar 36,86 dB dan peredaman sebesar 9,78 dB oleh vegetasi sempadan pantai dengan tebal mencapai 121 m.