Article Details

“THE BLENDED ARCHI-NATURE” MUSEUM SEJARAH ALAM DI BANDUNG

Oleh   Muhammad Hero Umar R [15213107]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ir. Budi Rijanto Surjosutrisno, DEA;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Subjek : Architecture
Kata Kunci : Museum, Sejarah Alam, Kota Bandung
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 9 file
Tanggal Input : 2019-07-19 15:44:28

Generic placeholder image
COVER Muhammad Hero Umar R

Generic placeholder image
BAB 1 Muhammad Hero Umar R

Generic placeholder image
BAB 2 Muhammad Hero Umar R

Generic placeholder image
BAB 3 Muhammad Hero Umar R

Generic placeholder image
BAB 4 Muhammad Hero Umar R

Generic placeholder image
BAB 5 Muhammad Hero Umar R

Generic placeholder image
BAB 6 Muhammad Hero Umar R

Generic placeholder image
BAB 7 Muhammad Hero Umar R

Generic placeholder image
PUSTAKA Muhammad Hero Umar R


Kota Bandung banyak menyimpan sejarah terutama dalam proses perubahan alamnya. Sejarah alam Kota Bandung yang terkenal antara lain adalah human settlement history dari mulai proses terjadinya Cekungan Bandung hingga sejarah Bandung Lautan Api serta flora dan fauna di dalamnya. Di Bandung Selatan, tepatnya Taman Tegalega, terdapat sebuah monumen mengenai Bandung Lautan Api. Namun, sangat disayangkan masyarakat sekitar kurang tertarik untuk mengetahui dan mengunjungi monumen tersebut, sehingga Museum Sejarah Alam ini dirasa mampu menjadi sebuah generator aktivitas di Bandung Selatan yang berfungsi sebagai sarana edukasi, perawatan, penyimpanan, maupun rekreasi dengan menyuguhkan sebuah konsep display pamer yang menarik bagi pengunjung. Museum Sejarah Alam di Bandung yang memiliki luas lebih kurang 4640 m2 ini berlokasi di Taman Tegalega, Kota Bandung, yang merupakan salah satu taman yang direncanakan dalam proyek revitalisasi oleh Pemerintah Kota Bandung pada tahun 2016 – 2017. Adapun isu dan fokus utama perancangan proyek ini, adalah: Isu tapak, yakni berada di sebuah RTH dengan KDB dan KLB yang cukup minim serta terdapatnya sebuah monumen bersejarah di loksi tapak sehingga bentuk dan massa bangunan harus dapat merespon konteks agar tidak menjadi kontras dengan kawasan. Isu pengguna yakni sebagaimana mungkin museum ini dapat menjadi generator aktivitas di Bandung Selatan dan pusat kegiatan bagi masyarakat setempat.