Article Details

MASJID AGUNG ASH-SHIDDIQ DI KECAMATAN NGAMPRAH KABUPATEN BANDUNG BARAT

Oleh   Arif Satya Wirawan [15213087]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Bambang Setia Budi, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Architecture
Kata Kunci : Masjid Agung, Kabupaten Bandung Barat, masyarakat, pusat kegiatan, ruang publik
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 9 file
Tanggal Input : 26 Jun 2019

Generic placeholder image
BAB 1 Arif Satya Wirawan

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 2 Arif Satya Wirawan

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 3 Arif Satya Wirawan

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 4 Arif Satya Wirawan

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 5 Arif Satya Wirawan

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 6 Arif Satya Wirawan

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
BAB 7 Arif Satya Wirawan

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Masjid Agung Ash-shiddiq merupakan proyek pengadaan fasilitas peribadatan skala kabupaten/kota yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Masjid ini berlokasi di Kecamatan Ngamprah tepatnya di kompleks perkantoran pemerintahan Kabupaten Bandung Barat. Pengguna dari masjid ini yaitu masyarakat Kecamatan Ngamprah serta pegawai perkantoran. Salah satu poin di dalam visi klien berupa masyarakat yang agamis membuat Masjid Agung Ash-Shiddiq ini harus dapat membuat masyarakat Kabupaten Bandung Barat umumnya dan Kecamatan Ngamprah khususnya menjadi lebih dekat kepada Islam. Fungsi yang diwadahi di dalam masjid ini selain fungsi peribadatan terdapat pula fungsi sosial dan ekonomi yang merespon konteks pengguna bangunan yang akan dirancang. Mayoritas penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai pedagang menjadi salah satu alasan perlu adanya fasilitas yang dapat menampung kegiatan berdagang tersebut. Tujuan dari perancangan masjid ini yaitu merancang masjid yang dapat menjadi bagian dari masyarakat sehingga masjid ini harus mampu mewadahi seluruh kegiatan masyarakat yang nantinya akan membuat masjid ini menjadi lebih hidup. Hal tersebut karena saat ini banyak masjid yang dikunjungi hanya untuk melaksanakan ibadah ritual saja. Padahal masjid merupakan pusat kegiatan masyarakat yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan. Konsep mosque as a public space dipilih untuk mengembalikan masjid sesuai dengan fungsinya yang seharusnya yaitu sebagai ruang publik dan pusat kegiatan warganya.