Article Details

DEPOSISI NANOPARTIKEL PLATINUM DALAM MEMBRAN NATA DE COCO SEBAGAI KATALIS PADA SEL BAHAN BAKAR

Oleh   Intan Syahbanu [20509006]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr.-Ing. Cynthia Linaya;Prof. Djulia, Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FMIPA - Kimia
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Chemistry
Kata Kunci : nata de coco, kalium tetrakloroplatinat
Sumber :
Staf Input/Edit : Latifa Noor   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 2019-05-16 13:01:31

Platinum (Pt) merupakan katalis yang efektif untuk Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC). Salah satu faktor yang berpengaruh pada efektifitas katalis adalah ukuran partikelnya yang berada dalam orde 1-100 nanometer. Platinum berukuran nanometer dapat diperoleh dengan menggunakan polimer nata de coco yang berperan sebagai matriks dalam sintesis komposit logam/selulosa. Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis komposit Pt/nata de coco secara in situ menggunakan larutan prekursor kalium tetrakloroplatinat (K2PtCl4) dengan metode sonikasi selama 16 jam. Komposit Pt/nata de coco diperoleh setelah melalui tahapan reduksi oleh larutan natrium borohidrida (NaBH4) dan gas hidrogen selama 4 jam dengan tekanan 2,9 Psi. Konsentrasi larutan prekursor yang digunakan divariasi dari 2 mM; 5 mM sampai 10 mM. Hasil penelitian menunjukkan kandungan Pt di dalam membran nata de coco untuk masing- masing konsentrasi adalah 1,0 mg/cm2; 1,8 mg/cm2 dan 2,0 mg/cm2. Komposit Pt/nata de coco optimum diperoleh dari larutan kalium tetrakloroplatinat dengan konsentrasi 5 mM. Dari analisis menggunakan SEM/EDS diperoleh bahwa deposisi nanopartikel Pt telah berhasil dilakukan dan diperoleh Pt dengan ukuran rata-rata 40 nm, tanpa nata de coco Pt yang dihasilkan memiliki ukuran yang besar yaitu 1500 nm. Nilai konduktivitas proton optimum diperoleh Pt/nata de coco 5 mM sebesar 1,04x10-4 S/cm untuk keadaan kering dan 4,16x10-3 S/cm untuk keadaan basah. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa komposit Pt/nata de coco memiliki potensi sebagai katalis pada sel bahan bakar. Penelitian dan pengembangan lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi tersebut.