Article Details

OPTIMASI KINERJA FILM ITO (INDIUM TIN OXIDE) SECARA KIMIA MENGGUNAKAN METODA WET ETCHING DAN ANNEALING

Oleh   Cynthia Juwita Ismail [10508071]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Veinardi Suendo, S.Si., M.Eng.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : FMIPA - Kimia
Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Subjek : Chemistry
Kata Kunci : : Sel surya, indium tin oxide, wet etching, annealing, konduktivitas listrik dan teksturisasi.
Sumber :
Staf Input/Edit : Latifa Noor   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 2019-02-12 13:41:47

Generic placeholder image
2012_TA_PP_CYNTHIA_JUWITA_ISMAIL_1-COVER.pdf

Generic placeholder image
2012_TA_PP_CYNTHIA_JUWITA_ISMAIL_1-BAB1.pdf

Generic placeholder image
2012_TA_PP_CYNTHIA_JUWITA_ISMAIL_1-BAB2.pdf

Generic placeholder image
2012_TA_PP_CYNTHIA_JUWITA_ISMAIL_1-BAB3.pdf

Generic placeholder image
2012_TA_PP_CYNTHIA_JUWITA_ISMAIL_1-BAB4.pdf

Generic placeholder image
2012_TA_PP_CYNTHIA_JUWITA_ISMAIL_1-BAB5.pdf


Matahari dapat dijadikan alternatif sumber energi karena aman dan ramah lingkungan. Akan tetapi, efisiensi panel surya yang diperoleh saat ini masih rendah. Efisiensi teknologi sel surya perlu ditingkatkan melalui peningkatan kestabilan kontak pada rangkaiannya. Optimasi indium tin oxide (ITO) sebagai salah satu komponen sel surya dapat dilakukan melalui proses etsa kimia (wet etching) dan annealing secara berurutan yang bertujuan meningkatkan transmitan, efek perangkap cahaya dan konduktivitas. Proses etsa dilakukan dengan variasi konsentrasi HCl (1M dan 2M), temperatur (suhu ruang dan 40oC) dan lamanya proses etsa (5- 30 menit). Transmitan sampel dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan strukturnya dianalisis menggunakan spektroskopi Raman. Data transmitan menunjukkan tidak adanya keterkaitan secara langsung dengan lamanya waktu etsa yang dilakukan. Data transmitasi paling tinggi diperoleh pada konsentrasi HCl 1M pada suhu ruang dengan lama etsa 615 detik, yaitu 80% pada rentang ? = 500-640 nm. Sementara itu, kondisi HCl 2M pada suhu ruang, menghasilkan transmitan tertinggi dengan lama etsa 309 detik, yaitu 94%. Kedua sampel ini mengalami peningkatan transmitansi dibandingkan dengan sebelum proses annealing. Pada suhu 40 oC, untuk semua konsentrasi HCl, ITO hampir habis teretsa karena proses etsa pada sistem ini sangat cepat. Data Raman menunjukkan baik sebelum maupun setelah proses annealing tidak mengalami pergesaran bilangan gelombang, artinya metoda optimasi yang digunakan dalam penelitian ini tidak mempengaruhi struktur kimia ITO. Setelah proses optimasi, ITO mengalami peningkatan konduktivitas. Nilai konduktivitas tertinggi dimiliki sampel dengan lama etsa 1505 detik dalam HCl 1M dan 614 detik dalam HCl 2M.