Article Details

PERUMUSAN ANALISIS KEUANGAN DAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK PROYEK PENGEMBANGAN PRODUK BARU DARI PELET KAYU DI CV. WAHYU KARYA

Oleh   Fajar Wahyudi [29117186]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Eko Agus Prasetio, S.T., MBA;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Kata Kunci : kayu, kayu gergaji, kayu lapis, pengembangan produk baru, strategi bisnis.
Sumber : CV. WAHYU KARYA
Staf Input/Edit : Neng Kartika   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-02-11 16:01:19

CV. Wahyu Karya adalah salah satu perusahaan kayu yang terletak di kabupaten Singaraja, Bali yang mengolah dan memproduksi kayu gergaji (sawmill) sejak 1997 dan melakukan diversifikasi produk yaitu produksi kayu lapis (plywood) pada tahun 2010. Analisis rasio laporan keuangan perusahaan tiga tahun (dari 2015 hingga 2017), menunjukkan bahwa margin laba bersih (NPM) perusahaan sangat rendah, 1,05% pada 2015, 0,99% pada 2016, 1,26% pada 2017. Perusahaan perlu menemukan cara untuk meningkatkan margin laba bersih. Pengembangan produk baru dari limbah kayu perusahaan sebagai pelet kayu diusulkan dan kelayakannya diselidiki untuk meningkatkan NPM. Dalam satu hari produksi perusahaan menghasilkan hingga 5 ton limbah kayu dan sejauh ini perusahaan menjual limbah kayu secara langsung kepada pembeli dengan sangat murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan finansial dan untuk merumuskan strategi pemasaran untuk bisnis pelet kayu. Hasil analisis finansial dari nilai NPV sebesar Rp 406.360.369,64, nilai IRR 27%, indeks profitabilitas 1,38, dan waktu pengembalian 2,28 tahun berarti proyek pengembangan produk baru dari pelet kayu layak secara finansial. Pada aspek pemasaran, setelah dilakukan analisis, pasar ekspor ke Korea Selatan dan Jepang akan diprioritaskan. Alasannya adalah pasar pelet kayu di kedua negara ini kurang pasokan. Selain itu, permintaan besar-besaran untuk pelet kayu di Korea Selatan dan Jepang juga didorong oleh dimulainya pembangkit listrik berbahan bakar biomassa pada tahun 2020.