2015_TS_PP_SUSILAWATI_1-COVER_.pdf
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
2015_TS_PP_SUSILAWATI_1-BAB_1.pdf
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
2015_TS_PP_SUSILAWATI_1-BAB_2.pdf
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
2015_TS_PP_SUSILAWATI_1-BAB_3_.pdf
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
2015_TS_PP_SUSILAWATI_1-BAB_4.pdf
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
2015_TS_PP_SUSILAWATI_1-BAB_5.pdf
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Pelabelan total tak teratur titik diperkenalkan oleh Baca dkk. (2007). Pelabelan-k
total tak teratur titik pada G didefinisikan sebagai suatu pemetaan dari himpunan
titik dan himpunan sisi G ke f1;2; : : : ;kg sedemikian sehingga semua titik mempunyai
bobot yang berbeda. Bobot titik x 2V adalah jumlah label x dan semua label
sisi yang berinsiden dengan x. Nilai total ketakteraturan titik dari G, dilambangkan
dengan tvs(G), adalah bilangan bulat positif terkecil k sedemikian sehingga G
mempunyai pelabelan-k total tak teratur titik.
Beberapa hasil tentang nilai total ketakteraturan titik telah diperoleh untuk beberapa
kelas graf. Nurdin, Baskoro, Salman dan Gaos telah menentukan nilai total
ketakteraturan titik dari quadtrees dan banana trees. Dalam makalah yang berbeda,
mereka juga menghitung nilai total ketakteraturan titik dari lintasan, pohon tanpa
titik yang berderajat dua dan tiga. Mereka juga memberikan dugaan bahwa nilai total
ketakteraturan titik dari sebarang pohon hanya tergantung pada banyaknya titik
yang berderajat 1,2 dan 3 sebagai berikut.
tvs(T) = maksft1; t2; t3g
dengan ti = d(1+åi
j=1 ni)=(i+1)e dan ni adalah banyaknya titik yang berderajat
i 2 [1;3]. Pada tesis ini ditentukan nilai total ketakteraturan titik dari graf pohon
dengan derajat maksimum empat dan subdivisi beberapa kelas graf pohon yakni
subdivisi graf bintang ganda, subdivisi graf ulat, subdivisi graf kembang api, dan
subdivisi amalgamasi graf bintang.
Perpustakaan Digital ITB