Article Details

MENGEMBANGKAN PROPOSISI NILAI UNTUK PERUSAHAAN CATERING ONLINE (STUDI KASUS: EATEVER INDONESIA)

Oleh   Kanya Ramyacitta Mahaperdana [29116414]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Reza Ashari Nasution Ph. D.
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Sumber : PT TEKNOLOGI KULINER INDONESIA (EATEVER)
Staf Input/Edit : Neng Kartika   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-01-10 14:37:56

Meningkatnya tren pengiriman makanan dan tingginya aktivitas dari masyarakat urban Indonesia membuat pemain bisnis pengiriman makanan meningkat. Salah satu pemain tersebut adalah Eatever, start-up Indonesia di bidang makanan katering makan siang dan jasa pengiriman makanan. Berbeda dengan kondisi market yang sedang berkembang, Eatever mengalami penurunan sales dari retail customer karena menurunnya pengguna Eatever dari segmen retail. Studi ini melakukan evaluasi kondisi eksternal dan internal, serta value proposition cavas. Analisa kondisi eksternal termasuk analisa industri, analisa customer, dan analisa competitor. Sedangkan, analisa kondisi internal termasuk analisa sembilan aspek penyusun model bisnis dan analisa value map merupakan salah satu aspek tersebut. Hasil analisa dari profil customer dan value map akan digunakan untuk melakukan value proposition canvas. Hasil dari studi ini menunjukan bahwa, dari faktor eksternal, kompetitor di dalam grup straregis pengiriman makanan memberikan nilai lebih kepada customer yang belum diberikan oleh Eatever. Dari faktor internal, nilai Eatever yang ditunjukan dalam produk dan servis, pain reliever, dan gain creators, belum dapat menjawab customer emotional dan social jobs, termasuk pains dan gains terkait. Studi ini mendesain dan mengajukan value proposition baru yang dapat menjawab emotional dan social jobs, pains, dan gains dari customer dan dapat menyaingi kompetisi yang ada di grup strategis. Mendesain value proposition dilakukan berdasarkan job level, high value jobs, grup strategis, perbandingan, dan sumber daya internal. Berdasarkan job level, Eatever butuh memfasilitasi social jobs dan emotional jobs seperti bersosialisasi dengan teman, mengembalikan energi, dan melepaskan stress. Berdasarkan high value jobs, ketiga jenis pekerjaan ini dilihat sebagai pekerjaan yang memiliki nilai lebih di pandangan customer. Berdasarkan grup strategis, terdapat empat kelebihan yang dapat diimplementasikan oleh Eatever, yaitu order tanpa minimum jumlah, hari pemesanan dan pengantaran yang sama, fleksibel dalam memilih menu, dan fleksibel untuk mengontrol bahan makanan. Berdasarkan perbandingan dengan perusahaan sejenis, hal-hal yang dapat diimplementasikan oleh Eatever adalah fleksibel dalam memilih menu, hari pemesanan dan pengantaran yang sama, menu makan siang tim dan berbagi, bahan makanan bergizi, dan memberikan pesan motivasi. Berdasarkan sumber daya internal, Eatever dapat memanfaatkan sumber daya utamanya, yaitu sumber daya manusia dan reputasi yang positif dari customer. Berdasarkan desain value proposition tersebut, studi ini mengajukan value proposition baru untuk Eatever dengan fokus kepada kondisi positif di kantor dengan adanya makan siang yang berkualitas. Value proposition ini dibangun dengan lima gain creators baru, yaitu 1) menu makan siang tim dan berbagi; 2) bahan makanan yang bernutrisi; 3) menu catering yang dapat dipilih; 4) makanan siap pesan; dan 5) memberikan pesan tips/motivasi. Kelima gain creators ini dapat menciptakan social gains dan emotional gains, sehingga dapat memfasilitasi pekerjaan terkait. Kelima gain creators ini diperkirakan dapat bersaing dengan strategis grup lainnya seperti yang terlihat pada Strategy Canvas dan telah memenuhi kriteria value proposition yang baik. Persiapan untuk memiliki value proposition baru ini akan dimulai pada akhir kuarter tahun ini dan mulai diimplementasikan di tahun berikutnya.