Article Details

ANALISIS PENGARUH SISTEM PENGUATAN (ROCK BOLT DAN SHOTCRETE) TERHADAP KEKUATAN PILAR DI TAMBANG BAWAH TANAH DENGAN PENGUJIAN MODEL FISIK DI LABORATORIUM

Oleh   La Ode Dzakir [22116011]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Made Astawa Rai;Dr.Eng. Nuhindro Priagung Widodo, M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : FTTM - Rekayasa Pertambangan
Fakultas : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Subjek : Engineering & allied operations
Sumber :
Staf Input/Edit : Resti Andriani   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 2018-12-27 13:43:17

Pilar merupakan penyangga alami yang berfungsi untuk menahan beban material yang ada diatasnya. Sebagai penyangga alami, pilar membutuhkan sistem penguatan khusus agar tidak mengalami keruntuhan selama kegiatan penambangan di bawah tanah berlangsung. Dalam penelitian ini, model fisik pilar terbuat dari campuran pasir, semen dan air, dengan kekuatan yang menyerupai kekuatan batubara di Indonesia. Kemudian pilar tersebut dibedakan menjadi empat jenis, yaitu pilar tanpa penguatan, pilar dengan penguatan rock bolt, pilar dengan penguatan shotcrete dan pilar dengan gabungan rock bolt dan shotcrete. Selanjutnya pilar-pilar tersebut diuji dengan mesin kuat tekan uniaksial untuk melihat pengaruh sistem penguatan terhadap pilar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemasangan sistem penguatan pada pilar dengan kekuatan tinggi menyebabkan terjadinya peningkatan kekuatan sebesar 14,93% pada pilar dengan penguatan rock bolt, 21,45% pada pilar dengan penguatan shotcrete dan 34,67% pada pilar dengan penguatan gabungan rock bolt dan shotcrete. Pada pilar dengan kekuatan sedang, pemasangan penguatan juga menunjukkan peningkatan kekuatan sebesar 16,27% pada pilar dengan penguatan rock bolt, 19,83% pada pilar dengan penguatan shotcrete dan 44,40% pada pilar dengan penguatan gabungan rock bolt dan shotcrete. Begitu juga pada pilar dengan kekuatan rendah, pemasangan penguatan menyebabkan terjadinya peningkatan kekuatan sebesar 13,13% pada pilar dengan penguatan rock bolt, 36,21% pada pilar dengan dengan penguatan shotcrete dan 53,85% pada pilar dengan penguatan gabungan rock bolt dan shotcrete. Hasil pengujian laboratorium dan pemodelan numerik menunjukan bahwa peningkatan kekuatan terjadi karena perpindahan horizontal pada permukaan dinding pilar ditahan oleh shotcrete dan plat penahan pada rock bolt sehingga pilar seolah-olah pilar mengalami tekanan pemampatan yang menyebabkan perpindahan horizontal di permukaan dinding pilar menjadi lebih kecil dibandingkan dengan perpindahan horizontal yang terjadi pada pilar tanpa penguatan.