digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


2017 TA PP VANIA ANTONIA LIMAN 1 -BAB 1.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2017 TA PP VANIA ANTONIA LIMAN 1 -BAB 2.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2017 TA PP VANIA ANTONIA LIMAN 1 -BAB 3A.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2017 TA PP VANIA ANTONIA LIMAN 1 -BAB 3B.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2017 TA PP VANIA ANTONIA LIMAN 1-BAB 3C.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2017 TA PP VANIA ANTONIA LIMAN 1 -BAB 4.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan

2017 TA PP VANIA ANTONIA LIMAN 1 -BAB 5.pdf
Terbatas  Latifa Noor
» Gedung UPT Perpustakaan


Kebutuhan penduduk terhadap pemenuhan energi menjadi penyebab utama para peneliti mencari sumber energi terbarukan. Sel surya merupakan aplikasi penerapan energi surya sebagai energi terbarukan. Sumber energi surya akan dirubah menjadi energi dengan menggunakan sel surya. Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) merupakan sel surya yang terbuat dari semikonduktor berlapis zat warna. Pada umumnya, zat pewarna yang paling umum digunakan adalah N719. Tetapi zat warna ini berbasis logam sehingga tidak ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan zat pemeka alternatif berbahan alam yang lebih ramah lingkungan. Zat warna yang digunakan dalam penelitian ini adalah antosianin yang berasal dari bluberi dan kranberi. Variasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah variasi konsentrasi dan waktu perendaman. Dari hasil karakterisasi UV-Vis, kandungan antosianin dapat dilihat dari munculnya puncak pada bilangan gelombang 500-550 nm. Pengukuran nilai efisiensi DSSC dilakukan dengan menggunakan alat Solar Simulator. Nilai efisiensi paling tinggi diperoleh dari perendaman fotoanoda pada pemeka bluberi 0,1 mM selama 2 jam sebesar 0,13% dan pada pemeka kranberi 0,1 mM selama 1 jam sebesar 0,10%. Penggunaan antosianin juga dibandingkan dengan pewarna bahan alam lainnya dan pemeka standar N719. Nilai efisiensi dari pemeka Sophora japonica sebesar 0,11%; kacang hitam sebesar 0,14%; kulit kopi sebesar 0,10%; dan N719 sebesar 2,0%.