Grafena multilapis (multilayer graphene/MLG) merupakan salah satu material
karbon dua dimensi yang paling menjanjikan dalam pengembangan perangkat
elektronik dan optoelektronik modern. Kombinasi sifat khasnya seperti transparansi
optik yang tinggi, konduktivitas listrik yang kuat, mobilitas pembawa muatan yang
besar, serta struktur pita energi yang unik, menjadikannya kandidat ideal untuk
menggantikan material elektroda transparan konvensional (transparent conducting
electrodes, TCEs) seperti transparent conductive oxide (TCO) dan indium tin oxide
(ITO) dalam sel surya film tipis. Selain itu, kemampuan MLG untuk berfungsi
sebagai lapisan jendela memperkuat potensinya dalam memperbaiki proses
penyerapan cahaya dan transportasi muatan pada struktur fotovoltaik.
Berbagai metode sintesis grafena, termasuk MLG telah dikembangkan, dengan
CVD dan PECVD menjadi pendekatan dominan. Namun, sebagian besar teknik ini
masih memerlukan suhu tinggi dan proses transfer MLG yang kompleks, sehingga
meningkatkan biaya dan menurunkan kompatibilitas proses. Keterbatasan tersebut
menjadi salah satu tantangan utama dalam realisasi MLG sebagai komponen
elektroda transparan dalam sel surya skala besar. Pada saat yang sama, pemanfaatan
silikon polikristalin sebagai material aktif menawarkan keseimbangan yang
menarik antara efisiensi fotovoltaik dan biaya produksi dibandingkan silikon amorf
atau silikon kristalin tunggal. Integrasi MLG dengan silikon polikristalin, terutama
dalam konfigurasi p–i–n, menawarkan jalur pengembangan sel surya murah,
efisien, dan kompatibel dengan proses suhu rendah.
Penelitian ini mengkaji penumbuhan MLG pada suhu rendah menggunakan teknik
Hot Wire Cell in Plasma Very High Frequency PECVD (HW IP–VHF–PECVD)
pada frekuensi plasma 70 MHz. MLG ditumbuhkan secara in situ di atas katalis Ni
dengan kondisi optimum: suhu sekitar 185 °C, tekanan 350 mTorr, laju alir CH4 15
sccm, dan daya plasma 30 W, yang menghasilkan MLG nanokristalin dengan
jumlah lapisan 3–7, resistansi lembar ~35,6 ?/sq, dan transmitansi optik hingga
~82%. Kemudian, lapisan Si tipe–i ditumbuhkan pada suhu 185 °C dengan durasi
optimumnya 75 menit, menghasilkan struktur mikrokristalin–polikristalin yang
stabil, halus (Ra ~6–10 nm), dan memiliki sifat optik yang mendukung absorpsi
cahaya yang efektif pada perangkat p–i–n.
MLG yang telah dioptimasi kemudian diintegrasikan secara langsung ke dalam
struktur perangkat sel surya p–i–n berbasis silikon polikristalin pada tiga jenis
substrat: kaca (CG), kaca berlapis TCO, dan kaca berlapis ITO. Integrasi dilakukan
tanpa proses transfer MLG, sehingga antarmuka MLG/Si tipe-p terbentuk secara
bersih tanpa kontaminasi residu, yang umumnya ditemukan dalam metode transfer
berbasis polimer.
Pengujian karakteristik I–V menunjukkan bahwa MLG memberikan peningkatan
performa yang konsisten pada seluruh perangkat. Pada substrat kaca Corning (CG),
efisiensi meningkat dari 3,89 % (perangkat referensi) menjadi 6,10 % dengan MLG.
Pada substrat CG+TCO, efisiensi meningkat dari 4,21 % menjadi 8,52 %.
Peningkatan terbesar terjadi pada substrat CG+ITO, di mana efisiensi meningkat
dari 4,44 % menjadi 8,95 %, dengan JSC mencapai 17,12 mA/cm² dan FF sebesar
58,09 %. Peningkatan VOC, JSC, dan FF pada seluruh substrat menunjukkan bahwa
MLG berfungsi secara simultan sebagai TCE dan window layer, meningkatkan
transparansi optik, homogenitas antarmuka, dan konduktivitas permukaan.
Jika dibandingkan dengan penelitian MLG–Si sebelumnya, seperti sel Schottky
grafena–Si (efisiensi 1–6%), graphene nanomeshes pada porous–Si (?7%), atau
grafena pada struktur amorf dengan efisiensi <0,1%—maka capaian efisiensi 6–9%
pada penelitian ini menempati posisi kompetitif dalam kategori penelitian MLG
suhu rendah tanpa proses transfer. Keunggulan utama pendekatan HW IP–VHF–
PECVD terletak pada kemampuannya menumbuhkan MLG dan seluruh lapisan
silikon p–i–n secara berurutan dalam satu reaktor, pada suhu <300 °C, sehingga
sepenuhnya kompatibel dengan teknologi sel surya film tipis generasi berikutnya.
Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi MLG nanokristalin sebagai TCE
sekaligus berfungsi sebagai window layer dalam sel surya p–i–n berbasis silikon
polikristalin yang difabrikasi secara in situ menggunakan proses PECVD
berfrekuensi sangat tinggi dan suhu rendah. Pendekatan ini menghilangkan
keperluan proses transfer MLG, mengurangi kompleksitas fabrikasi, dan
meningkatkan kualitas antarmuka. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah
penting terhadap pengembangan elektroda transparan berbasis MLG serta
mekanisme integrasinya dengan lapisan silikon polikristalin. Selain itu, penelitian
ini membuka peluang bagi pemanfaatan MLG dalam teknologi fotovoltaik murah
dan berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB