Article Details

STUDI KINERJA SISTEM PEREDAM TUNED MASS DAMPER PADA BANGUNAN BETON BERTULANG SISTEM GANDA TERHADAP BEBAN GEMPA

Oleh   JONNY SETIAWAN (NIM : 15010090)
Kontributor / Dosen Pembimbing : Pembimbing : Prof.Ir.R.Bambang Budiono, M.E, Ph.D.
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit :
Fakultas :
Subjek :
Kata Kunci : tuned mass damper, respon struktur, non-linear Time History Analysis
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice D  
File : 9 file
Tanggal Input : 2017-09-27 10:25:49

Gempa sering kali membuat struktur bangunan rusak dan menimbulkan banyak korban jiwa sehingga gempa menjadi salah satu pertimbangan utama dalam perencanaan struktur bangunan. Metode yang umum digunakan dalam perencanaan bangunan tahan gempa adalah metode konvensional. Metode konvensional ini mendisipasi energi gempa melalui proses kerusakan pada elemen-elemen struktur yang memang direncanakan untuk rusak. Metode konvensional ini dianggap masih kurang efisien karena elemen struktur utama bangunan akan tetap mengalami kerusakan permanen yang sulit untuk diperbaiki paska gempa. Hal ini menjadi alasan utama untuk terus dilakukan berbagai penelitian untuk menentukan metode baru yang dapat meningkatkan kinerja struktur secara lebih efektif dan efisien terhadap beban gempa. Salah satu hasil penelitian yang sudah diterapkan pada bangunan adalah peredam Tuned Mass Damper (TMD). TMD merupakan sebuah alat yang terdiri dari massa, kekakuan, dan damper. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada peredam TMD, terbukti bahwa pengaplikasian peredam TMD efektif terhadap beban-beban yang memiliki rentang periode pendek seperti beban angin. Namun keefektifan dari peredam TMD terhadap beban gempa masih menjadi pembahasan. Pada studi ini akan dilakukan analisis pengaruh TMD terhadap karakteristik bangunan dan kinerja TMD dalam mengurangi response struktur terhadap beban gempa. Response struktur yang ditinjau pada studi ini adalah perpindahan atap, perpindahan total lantai, perpindahan antar lantai, gaya geser dasar, dan kerusakan sendi plastis yang terjadi pada struktur utama. Hasil analisis menggunakan metode non-linear Time History Analysis didapatkan bahwa pengaplikasian peredam TMD pada struktur akan membagi frekuensi dominan struktur pada dua mode yang berbeda. Response struktur berupa simpangan antar lantai, gaya geser dasar, dan kerusakan akan mengalami penurunan. Sedangkan perpindahan atap maksimum mengalami peningkatan.