Dalam konteks Indonesia, jilbab terus mengalami pergeseran makna seiring
perubahan sosial, budaya, politik, dan perkembangan budaya digital. Ia hadir
sebagai praktik spiritual, penanda moral, medium ekspresi diri, identitas sosial,
hingga bagian dari public gaze. Kondisi tersebut menjadikan pengalaman berjilbab
tidak berlangsung secara tunggal maupun stabil, melainkan terus dinegosiasikan
dalam keseharian, menempatkan perempuan pada posisi in-between.
Berakar dari teori liminalitas Arnold van Gennep (1909) dan Victor Turner (1969),
serta pengembangan Bjørn Thomassen (2014), in-betweenness merujuk pada
pengalaman individu yang berada dalam posisi ambang akibat instabilitas struktur
dan ambiguitas. Karya ini berangkat dari pemahaman bahwa tubuh perempuan
berjilbab merupakan ruang ambang di antara spiritualitas, otonomi diri, kontrol
sosial, serta penyesuaian terhadap lingkungan yang dinamis. In-betweenness
diposisikan sebagai lived experience perempuan berjilbab yang membentuk cara
mereka hadir dan mempertahankan eksistensinya di ruang personal dan sosial.
Penelitian ini bertujuan memvisualisasikan pengalaman tersebut ke dalam karya
wearable art berbasis manipulasi kain. Menggunakan metode campuran dengan
pendekatan fenomenologis terhadap 69 responden, ditemukan bahwa posisi ini
dimaknai sebagai kondisi ketidakstabilan dan ambivalensi emosional. Temuan
tersebut dikembangkan menjadi empat kata kunci utama, yaitu Liminal,
Fragmented, Obscured, dan Paradoxical, yang diterjemahkan ke dalam sepasang
busana wearable art dengan struktur base, secondary, dan outer layer. Distorsi,
fragmentasi, serta transparansi material melalui teknik fraying, distressing, tuck
smocking, gathering, appliqué, sfumato layering, fabric macramé, beading, dan
dyeing membangun visual ambigu antara restriksi dan keluwesan, visibilitas dan
penyelubungan, serta kedekatan dan jarak terhadap tubuh. Penelitian ini
berkontribusi pada pengembangan riset kriya tekstil sebagai medium reflektif atas
realitas sosial mengenai otonomi diri perempuan Muslim di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB