digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Usaha kecil dan menengah (UKM) menyumbang 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2024, menjadikannya sektor prioritas dalam transformasi digital nasional. Sebagai bagian dari inisiatif ini, PT Telekomunikasi Indonesia meluncurkan Indibiz, sebuah master brand dengan sebelas sub-brand yang menargetkan berbagai sektor. Salah satunya adalah Indibiz Ekspedisi yang dirancang untuk mendukung digitalisasi UKM logistik. Meskipun sektor logistik menyumbang 8,69% terhadap PDB nasional (Rp 603,1 triliun), Indibiz Ekspedisi hanya menyumbang 1% dari total penjualan Indibiz pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara potensi pasar dan hasil pemasaran saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran B2B yang diperbarui guna meningkatkan daya saing Indibiz Ekspedisi di segmen UKM logistik. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam dengan pengambil keputusan UKM logistik untuk menggali pola perilaku pembelian, yang kemudian dianalisis bersama data internal dan sumber sekunder. Analisis melibatkan perspektif eksternal (PESTEL, Lima Kekuatan Porter, analisis kompetitor dan analisis konsumen) dan internal (bauran pemasaran 7P dan kapabilitas pemasaran), serta dilanjutkan dengan analisis SWOT dan matriks TOWS untuk merumuskan strategi. Dengan menggunakan kerangka Business Buyer Decision Process, studi ini mengidentifikasi ketidaksesuaian antara pola pembelian UKM dan pendekatan pemasaran Indibiz Ekspedisi saat ini. Temuan menunjukkan hambatan utama pada tahap awal seperti rendahnya familiaritas merek, komunikasi nilai yang belum jelas, dan dukungan onboarding yang terbatas. Berdasarkan temuan tersebut, strategi 7P yang diperbarui diusulkan, berfokus pada pendekatan konsultatif, bundling solusi modular, promosi edukatif, dan proses onboarding yang lebih terstruktur, untuk menutup kesenjangan strategis dan memperkuat posisi Indibiz Ekspedisi di ekosistem logistik digital B2B yang sedang berkembang.