BPRS Al Salaam adalah sebuah bank pembiayaan rakyat syariah yang didirikan pada tahun 1991
di Cinere, Depok. Saat ini memiliki 9 kantor cabang dan 273 karyawan. Kinerja keuangan sangat
bagus sehingga mendapatkan penghargaan 3 tahun berturut turut sebagai BPRS terbaik di
Indonesia pada Infobank Sharia Award tahun 2017-2019. Sejak terjadinya pandemic covid19
kinerja BPRS Al Salaam mengalami penurunan yang cukup tajam. Aset, dana pihak ketiga dan
financing deposit rasio mengalami penurunan pada tahun 2020 dan 2021. Total pembiayaan turun
dari 198 milyar menjadi 182 milyar tahun 2021 dibanding tahun 2020.
Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan melakukan studi data primer dan data sekunder.
Data primer diperoleh melalui wewancara dan data sekunder diperoleh dari studi litaratur, analisa
laporan keuangan, journal, buku dan informasi website. Untuk melihat faktor factor yang
berpengaruh terhadap kinerja pembiayaan BPRS Al Salaam dilakukan analisa eksternal dengan
mempergunakan PESTEL, Porters Five Forces, Analisa competitor dan Eksternal factor
evaluation. Secara internal analisa dilakukan dengan analisa financial, VRIO, dan internal factor
evaluation.
Berdasarkan analisa terhadap internal dan eksternal factor evaluation dikembangkan alternatif
strategi mempergunakan Internal eksternal (IE) matrix. Berdasarkan nilai yang diperoleh dari EFE
dan IFE matrix weighted score maka grand strategi untuk BPRS Al Salaam masuk pada Grow and
Built dengan strategi market penetration dan market development. Untuk mendapatkan strategi
yang lebih detil, analisa TOWS matrix dilakukan dan menghasilkan 4 alternatif strategi yaitu
digitalisasi pelayanan bank, peningkatan kualitas SDM, pengembangan digital marketing, dan
kerjasama dengan fintech syariah.
Berdasarkan analisa mempergunakan QSPM menghasilkan urutan strategi yang paling prioritas
untuk diterapkan yaitu digitalisasi pelayanan bank, peningkatan kualitas sumber daya manusia,
pengembangan digital marketing, dan kerjasama dengan fintech syariah.
Perpustakaan Digital ITB