digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan pendekatan terstruktur dalam memilih stratgi penetapan harga yang paling layak untuk transformasi kemasan vaksin T dari ampoule menjadi prefilled syringes (PFS), yaitu vaksin tetanusdiphtheria yang diproduksi oleh PT BPharmaceutical. inovasi kemasan ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dosis, mengurangi risiko kontaminasi, dan menyesuaikan diri dengan tren pasar. Akan tetapi, transformasi ini juga memerlukan biaya produksi yang lebih tinggi dan menimbulkan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan harga, terutama di pasar domestik dan internasional. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi dan menilai pemilihan strategi harga yang paling sesuai berdasarkan pertimbangan aspek keuangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif serta diasrkan pada data primer dan sekunder. Wawancara internal, FGD, dan kuisioner dilakukan dengan para pemangku kepentingan perusahaan untuk mengidentifikasi kriteria harga yang relevan, analisis SWOT, dan alternatif strategi yang memungkinkan. Analisis eksternal dan internal juga dilakukan melalui kerangka PESTEL, Porter’s Five Forces, STP, perkiraan permintaan, dan matriks SWOT-TOWS untuk mengidentifikasi lingkungan pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dirumuskan tiga alternatif strategi: Skimming, Penetration, dan Strategic. Ketiga alternatif ini kemudian dievaluasi menggunakan AHP berdasarkan tiga kriteria utama: perubahan harga, biaya rata-rata per unit, dan pemulihan biaya. Perubahan harga memiliki dua sub-kriteria yaitu rata-rata kenaikan harga tahunan dan rata-rata margin laba kotor, sedangkan pemulihan biaya memiliki tiga sub-kriteria yaitu NPV, IRR, dan PBP. Hasil dari analisis AHP menunjukkan bahwa strategi harga Strategic merupakan pilihan paling layak dengan skor tertinggi sebesar 0.029. Dalam strategi ini, Vaksin T ditetapkan dengan harga yang mencerminkan peningkatan nilai produk, namun tetap kompetitif di pasar institusional yang sensitive terhadap harga. Rencana implementasi juga telah disusun untuk memastikan kelancaran eksekusi strategi.