Tenun Bugih Minang merupakan salah satu warisan budaya Minangkabau yang
memiliki nilai estetika, budaya, dan filosofis yang tinggi. Namun, eksistensinya
masih kurang dikenal oleh generasi muda. Kemajuan perkembangan teknologi
visualisasi digital membuka peluang baru, dalam upaya pelestarian budaya melalui
penyajian informasi yang lebih interaktif sesuai dengan karakteristik Gen Z sebagai
kelompok yang akrab dengan teknologi digital. Kondisi tersebut menunjukkan
perlunya suatu konservasi digital yang mampu mendokumentasikan sekaligus
merepresentasikan nilai-nilai budaya tenun Bugih Minang dalam bentuk visual
yang menarik dan mudah diakses.
Penelitian ini bertujuan sebagai upaya konservasi digital tenun Bugih Minang
melalui representasi visual 3D untuk Gen Z. Penelitian menggunakan metode
double diamond yang meliputi empat tahapan, yaitu discover, define, develop, dan
deliver. Tahap discover dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan,
dokumentasi visual, serta wawancara mendalam dengan Bundokanduang, perajin
tenun, dan desainer untuk mengidentifikasi nilai budaya, filosofi, dan estetika.
Tahap define menghasilkan konsep rancangan dari analisis ketiga nilai tersebut.
Tahap develop menghasilkan representasi visual tiga dimensi tenun Bugih Minang
menggunakan CLO 3D. Selanjutnya, pada tahap deliver, prototype dievaluasi
melalui validasi terhadap Gen Z untuk menilai aspek nilai estetika, pemahaman
budaya, dan potensi keterlibatan dalam pelestarian budaya.
Hasil penelitian menghasilkan sebuah upaya konservasi digital tenun Bugih Minang
yang mengintegrasikan dokumentasi nilai budaya, nilai filosofi, dan representasi
visual 3D dalam satu kerangka konservasi digital. Upaya ini menunjukkan bahwa
representasi visual 3D, mampu meningkatkan daya tarik Gen Z terhadap tenun
Bugih Minang, sekaligus berfungsi sebagai konservasi budaya yang adaptif
terhadap perkembangan teknologi digital. Model ini diharapkan menjadi acuan
dalam pengembangan konservasi digital, bagi warisan budaya tekstil lainnya di
Indonesia, serta mendukung penguatan ekosistem industri kreatif berbasis budaya.
Perpustakaan Digital ITB