digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Lathifah Hasyiem [27124002]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Tenun Bugih Minang merupakan salah satu warisan budaya Minangkabau yang memiliki nilai estetika, budaya, dan filosofis yang tinggi. Namun, eksistensinya masih kurang dikenal oleh generasi muda. Kemajuan perkembangan teknologi visualisasi digital membuka peluang baru, dalam upaya pelestarian budaya melalui penyajian informasi yang lebih interaktif sesuai dengan karakteristik Gen Z sebagai kelompok yang akrab dengan teknologi digital. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya suatu konservasi digital yang mampu mendokumentasikan sekaligus merepresentasikan nilai-nilai budaya tenun Bugih Minang dalam bentuk visual yang menarik dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan sebagai upaya konservasi digital tenun Bugih Minang melalui representasi visual 3D untuk Gen Z. Penelitian menggunakan metode double diamond yang meliputi empat tahapan, yaitu discover, define, develop, dan deliver. Tahap discover dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, dokumentasi visual, serta wawancara mendalam dengan Bundokanduang, perajin tenun, dan desainer untuk mengidentifikasi nilai budaya, filosofi, dan estetika. Tahap define menghasilkan konsep rancangan dari analisis ketiga nilai tersebut. Tahap develop menghasilkan representasi visual tiga dimensi tenun Bugih Minang menggunakan CLO 3D. Selanjutnya, pada tahap deliver, prototype dievaluasi melalui validasi terhadap Gen Z untuk menilai aspek nilai estetika, pemahaman budaya, dan potensi keterlibatan dalam pelestarian budaya. Hasil penelitian menghasilkan sebuah upaya konservasi digital tenun Bugih Minang yang mengintegrasikan dokumentasi nilai budaya, nilai filosofi, dan representasi visual 3D dalam satu kerangka konservasi digital. Upaya ini menunjukkan bahwa representasi visual 3D, mampu meningkatkan daya tarik Gen Z terhadap tenun Bugih Minang, sekaligus berfungsi sebagai konservasi budaya yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Model ini diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan konservasi digital, bagi warisan budaya tekstil lainnya di Indonesia, serta mendukung penguatan ekosistem industri kreatif berbasis budaya.