Penggalian potensi penerimaan dilakukan dalam rangka memenuhi target penerimaan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam rencana penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahunan. Berdasarkan Laporan Penerimaan PBB, dari tahun 2001 sampai dengan 2004 Kantor Pelayanan PBB Bogor tidak dapat merealisasikan rencana penerimaan PBB. Salah satu penyebab gagalnya pencapaian target penerimaan PBB tersebut, yang diduga adalah kurang tepatnya kegiatan pendataan dan penilaian ulang obyek PBB yang dapat menaikkan penerimaan PBB. Kurang tepatnya kegiatan pendataan dan penilaian obyek PBB tersebut dapat disebabkan tidak tersedianya informasi yang lengkap dan terpercaya mengenai wilayah yang akan didata dan dinilai. Selama ini Kantor Pelayanan PBB Bogor masih menggunakan metode konvensional dalam melaksanakan kegiatan pendataan dan penilaian, yaitu survey ke lapangan. Untuk melaksanakan kegiatan pendataan dan penilaian obyek PBB dengan metode konvensional pada daerah relatif luas, diperlukan sumber daya manusia yang tidak sedikit, waktu yang lama dan biaya yang tinggi.
Dengan adanya kemajuan teknologi, terutama dalam hal penginderaan jauh satelit, informasi mengenai wilayah berpotensi menaikkan penerimaan PBB diharapkan dapat diperoleh. Sebagai keluaran dari satelit, Citra Ikonos Pan Sharpened resolusi satu meter dapat mendeteksi obyek sampai dengan satu meter, sehingga dengan melakukan kegiatan intepretasi citra Ikonos tersebut dapat dilihat gejala perbedaan objek yang terekam pada citra Ikonos dengan data hasil metode konvensional yaitu peta blok. Dengan membandingkan hasil intepretasi citra Ikonos dengan peta blok PBB yang ada, dapat ditunjukkan perbedaan luas bangunan sebesar 149.462 m2 antara hasil interpretasi citra Ikonos Pansharpened satu meter (0.8 x 215.840 = 172.672 m2) dengan peta blok (26.771 m2). Perbedaan tersebut menimbulkan perkiraan potensi tambahan penerimaan PBB antara Rp. 40.821.354,- dan Rp. 114.213.272,- Dan bila dibandingkan dengan pokok ketetapan tahun 2003 yaitu sebesar Rp. 61.582.634,- maka perkiraan tambahan potensi penerimaan tersebut menimbulkan perkiraan surplus berkisar 66,96 sampai dengan 186,5 %.
Dari hasil penelitian tersebut, dapat ditunjukkan keunggulan pemanfaatan citra Ikonos dibandingkan metode konvensional yang selama ini diterapkan pada KPPBB Bogor. Keunggulan tersebut adalah adanya efisiensi dan efektifitas dalam pemanfaatan sumber daya manusia, waktu dan biaya. Citra Ikonos Pan Sharpened 1 meter mampu membantu kegiatan pendataan dan penilaian sebanyak 8 kali lebih cepat, 8 kali lebih banyak, dan membutuhkan sumber daya manusia yang lebih sedikit dibanding metode konvensional.
Perpustakaan Digital ITB