DAFTAR PUSTAKA FAUZAN ISYA DURI
EMBARGO  2029-07-15 
EMBARGO  2029-07-15 
LAMPIRAN FAUZAN ISYA DURI
EMBARGO  2029-07-15 
EMBARGO  2029-07-15 
Transformasi Pasar Cihapit Bandung dari pasar rakyat yang berfungsi sebagai ruang pemenuhan kebutuhan harian menjadi ruang kuliner, kreatif, dan digital menunjukkan bahwa perubahan pasar perkotaan tidak hanya terjadi melalui revitalisasi fisik, tetapi juga melalui pembentukan citra, pengalaman, dan jejaring aktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses transformasi Pasar Cihapit sebagai destinasi wisata kuliner dengan melihat hubungan antara tekanan landscape, sistem regime, inovasi niche, struktur jejaring aktor digital, serta peran aktor human dan non-human dalam membentuk arah perubahan pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif-digital melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dokumen sekunder, dan data digital publik. Analisis dilakukan secara bertahap menggunakan Multi-Level Perspective untuk melihat dinamika transformasi sistem, Social Network Analysis dengan bantuan Gephi untuk memetakan struktur jejaring aktor digital, serta Actor-Network Theory untuk menafsirkan proses translasi, actant, inscription, dan stabilisasi narasi kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi Pasar Cihapit berlangsung melalui pola reconfiguration pathway, yaitu masuknya inovasi kuliner, komunitas kreatif, media sosial, dan platform digital ke dalam sistem pasar rakyat tanpa sepenuhnya menggantikan fungsi lama pasar. Jejaring digital Pasar Cihapit memperlihatkan adanya aktor sentral yang berperan dalam memperluas visibilitas pasar, sekaligus menunjukkan bahwa sebagian pedagang lama tetap berada pada posisi periferal dalam narasi digital. Temuan ANT menunjukkan bahwa actant non-human seperti Google Maps, QRIS, signage, mural, ruang pasar, akses parkir, dan konten digital turut membentuk pengalaman pengunjung, citra pasar, serta pola keterhubungan antar aktor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi Pasar Cihapit merupakan proses rekonfigurasi sosio-teknis yang bersifat asimetris, sehingga pengembangan pasar rakyat sebagai destinasi kuliner perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan citra dan kunjungan, tetapi juga pada penguatan kapasitas digital, perlindungan pedagang lama, dan tata kelola kolaboratif yang lebih inklusif.
Perpustakaan Digital ITB