digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Delon Davidson
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

COVER Delon Davidson
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Delon Davidson
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Delon Davidson
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Delon Davidson
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Delon Davidson
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Delon Davidson
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Delon Davidson
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Sektor transportasi merupakan penyumbang emisi CO? global terbesar, mencapai sekitar 35%, yang terutama berasal dari penggunaan bahan bakar. Diesel termasuk bahan bakar dengan emisi CO? tinggi (±10 kg CO?/gallon), bersifat tidak terbarukan, serta berpotensi menghasilkan emisi SOx. Biodiesel hadir sebagai alternatif dengan karakteristik serupa, namun berpotensi lebih unggul karena bersifat terbarukan, mampu menurunkan emisi CO? (kg CO2-eq) hingga 74%, dan meningkatkan angka setana. Namun, proses transesterifikasi konvensional dengan katalis basa homogen masih memiliki keterbatasan, seperti kesulitan pemisahan produk, tidak dapat diregenerasi, serta bersifat korosif. Salah satu alternatif potensial dari metode ini adalah penggunaan katalis heterogen karena mudah dipisahkan, dapat diregenerasi, dan memiliki korosivitas lebih rendah. Sejalan dengan hal tersebut, pengembangan CaO dari prekursor berbasis limbah biomineral dan gliserol melalui pembentukan calcium glycerolate berpotensi meningkatkan sifat katalitik, khususnya total basicity dan karakteristik pori, sekaligus mendorong valorisasi limbah. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan eksplorasi penggunaan katalis CaO dari prekursor calcium glycerolate yang disintesis dari limbah biomineral-gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh jenis prekursor CaO berupa eggshell, snailshell, dan Ca(OH)2 terhadap performa transesterifikasi minyak goreng sawit. Transesterifikasi dilakukan pada boiling flask kapasitas 250 mL dengan suhu 60°C selama 2 jam, dan catalyst load 7% b/b basis kering. Parameter yang diukur mencakup yield, komposisi, karakteristik biodiesel, parameter kinetika transesterifikasi, hingga karakteristik katalis dari uji kualitatif CaO, XRD, total basicity, SEM, dan BET. Analisis statistik juga dilakukan melalui ANOVA dan uji post-hoc Tukey serta Games-howell. Hasil penelitian untuk katalis heterogen menunjukkan bahwa jenis katalis memberi pengaruh signifikan terhadap yield dan %FAME dengan nilai tertinggi yield sebesar 88,36% b/b dari CH-CaO dan %FAME sebesar 99,74% (area%) dari CG(E)-CaO namun perbedaan prekursor tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap komposisi senyawa dominan pada biodiesel. Jenis katalis juga memiliki pengaruh signifikan terhadap konstanta laju reaksi dengan nilai tertinggi diperoleh CH-CaO sebesar 0,05 menit-1. Hasil pengujian karakteristik CaO menunjukkan bahwa pola XRD sesuai dengan kristalin CaO, total basicity tertinggi diperoleh pada CH-CaO sebesar 13,65 mmol/gram, volume pori tertinggi diperoleh CH-CaO & CG(E)-CaO sebesar 0,155 cm3/gr, dan luas permukaan tertinggi diperoleh pada CG(S)-CaO sebesar 3,67 m2/gr.