Tabel morbiditas merupakan alat statistik yang menyajikan peluang kejadian penyakit
berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin. Tabel ini digunakan untuk menggambarkan pola
risiko penyakit antar kelompok usia dan dapat menjadi rujukan dalam berbagai kebutuhan
perencanaan, khususnya terkait pembiayaan kesehatan dan penetapan tarif asuransi. Penelitian
ini berfokus pada penyakit kritis yaitu jantung, stroke, dan kanker yang dipilih berdasarkan
frekuensi klaim insidensi tertinggi pada data BPJS Kesehatan karena berdampak besar secara
klinis dan finansial. Penelitian ini bertujuan menyusun Tabel Morbiditas insidensi penyakit kritis
di Indonesia menggunakan data BPJS Kesehatan periode 2021–2023, serta melengkapi estimasi
pada usia lanjut melalui ekstrapolasi berbasis data eksternal Institute for Health Metrics and
Evaluation (IHME). Tahapan konstruksi mencakup perhitungan eksposur dan klaim insidensi,
penambahan batas atas kepercayaan, graduasi dengan metode Kernel Smoothing, dan
ekstrapolasi pada usia 65–95+ tahun. Ekstrapolasi dilakukan untuk mengatasi keterbatasan data
pada usia lanjut serta untuk membandingkan pola morbiditas antara BPJS Kesehatan dan BPJS–
IHME. Selanjutnya dilakukan analisis proporsi morbiditas tingkat provinsi untuk melihat
kontribusi masing-masing provinsi terhadap morbiditas penyakit kritis nasional. Untuk
kebutuhan analisis cepat di tingkat wilayah saat data BPJS terbatas, penelitian ini menguji
kesesuaian estimasi IHME terhadap BPJS pada 34 provinsi dengan uji tanda dan uji keacakan,
kemudian menurunkan koefisien koreksi sebagai faktor penyesuaian. Hasil
menunjukkan perbedaan pola yang jelas pada kelompok usia ekstrapolasi, dengan morbiditas
BPJS Kesehatan meningkat hingga mencapai puncak pada usia tertentu lalu menurun,
sedangkan morbiditas BPJS–IHME cenderung terus meningkat hingga usia lanjut. Morbiditas
BPJS–IHME dinilai lebih koheren secara epidemiologis sehingga relevan sebagai rujukan
dalam penentuan tarif premi. Analisis proporsi menunjukkan DI Yogyakarta dan Bali sebagai
provinsi dengan proporsi tertinggi. Uji validasi menghasilkan koefisien koreksi yang signifikan
sehingga estimasi IHME dapat digunakan sebagai aproksimasi terhadap morbiditas BPJS pada
tingkat provinsi sebagai quick analysis.
Perpustakaan Digital ITB