digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Tabel morbiditas merupakan alat statistik yang menyajikan peluang kejadian penyakit berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin. Tabel ini digunakan untuk menggambarkan pola risiko penyakit antar kelompok usia dan dapat menjadi rujukan dalam berbagai kebutuhan perencanaan, khususnya terkait pembiayaan kesehatan dan penetapan tarif asuransi. Penelitian ini berfokus pada penyakit kritis yaitu jantung, stroke, dan kanker yang dipilih berdasarkan frekuensi klaim insidensi tertinggi pada data BPJS Kesehatan karena berdampak besar secara klinis dan finansial. Penelitian ini bertujuan menyusun Tabel Morbiditas insidensi penyakit kritis di Indonesia menggunakan data BPJS Kesehatan periode 2021–2023, serta melengkapi estimasi pada usia lanjut melalui ekstrapolasi berbasis data eksternal Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME). Tahapan konstruksi mencakup perhitungan eksposur dan klaim insidensi, penambahan batas atas kepercayaan, graduasi dengan metode Kernel Smoothing, dan ekstrapolasi pada usia 65–95+ tahun. Ekstrapolasi dilakukan untuk mengatasi keterbatasan data pada usia lanjut serta untuk membandingkan pola morbiditas antara BPJS Kesehatan dan BPJS– IHME. Selanjutnya dilakukan analisis proporsi morbiditas tingkat provinsi untuk melihat kontribusi masing-masing provinsi terhadap morbiditas penyakit kritis nasional. Untuk kebutuhan analisis cepat di tingkat wilayah saat data BPJS terbatas, penelitian ini menguji kesesuaian estimasi IHME terhadap BPJS pada 34 provinsi dengan uji tanda dan uji keacakan, kemudian menurunkan koefisien koreksi sebagai faktor penyesuaian. Hasil menunjukkan perbedaan pola yang jelas pada kelompok usia ekstrapolasi, dengan morbiditas BPJS Kesehatan meningkat hingga mencapai puncak pada usia tertentu lalu menurun, sedangkan morbiditas BPJS–IHME cenderung terus meningkat hingga usia lanjut. Morbiditas BPJS–IHME dinilai lebih koheren secara epidemiologis sehingga relevan sebagai rujukan dalam penentuan tarif premi. Analisis proporsi menunjukkan DI Yogyakarta dan Bali sebagai provinsi dengan proporsi tertinggi. Uji validasi menghasilkan koefisien koreksi yang signifikan sehingga estimasi IHME dapat digunakan sebagai aproksimasi terhadap morbiditas BPJS pada tingkat provinsi sebagai quick analysis.